Trending

Wapres: Keluarga korban dapat ajukan banding atas vonis Kanjuruhan - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Jadi lantaran ini masalah kewenangan yudikatif, kami dari pelaksana tidak boleh mengintervensi lantaran itu biar itu berproses melalui proses konstitusional dan sesuai patokan nang ada

Jakarta (BERITAJA.COM) - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan family korban Tragedi Kanjuruhan dapat mengusulkan banding hingga kasasi sebagai respon terhadap vonis majelis pengadil Pengadilan Negeri Surabaya terhadap empat orang terdakwa peristiwa tersebut.

"Kanjuruhan kan kewenangan yudikatif, itu memang kewenangan pengadilan, jika masyarakat merasa bahwa itu dianggap kurang memenuhi rasa keadilan, mungkin bisa masyarakat melakukan semacam upaya-upaya berikutnya dan tetap ada saya kira banding apalagi juga mungkin kasasi," kata Wapres Ma'ruf Amin di Lombok Timur, NTB, Jumat.

Wapres Ma'ruf menyampaikan perihal tersebut dalam keterangan pers usai menghadiri Tasyakuran Hari Jadi Ke-70 Nahdlatul Wathan di Auditorium Majlis Dakwah Hamzanwadi II, Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW, Selong, kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Jadi lantaran ini masalah kewenangan yudikatif, kami dari pelaksana tidak boleh mengintervensi lantaran itu biar itu berproses melalui proses konstitusional dan sesuai patokan nang ada," tambah Wapres.

Berita lain dengan Judul: Anggota DPR dukung JPU banding atas vonis bebas Tragedi Kanjuruhan

Berita lain dengan Judul: Keluarga korban Tragedi Kanjuruhan kecewa terhadap vonis terdakwa

Diketahui dalam sidang nang digelar di Pengadilan Negeri Surabaya pada Kamis (16/3) majelis pengadil menjatuhkan vonis kepada mantan Danki 3 Brimob Polda Jatim Hasdarmawan divonis 1,5 tahun lebih rendah dari tuntutan 3 tahun penjara.

Sementara, dua polisi lainnya ialah mantan Kasat Samapta AKP Bambang Sidik Achmadi dan mantan Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto apalagi divonis bebas atas kasus Tragedi Kanjuruhan.

Sedangkan dalam sidang sebelumnya, dua terdakwa lainnya ialah Abdul Haris nang merupakan Ketua Panpel Arema FC saat itu divonis 1,5 tahun penjara, lebih rendah dari tuntutan JPU nang selama 6 tahun dan 8 bulan penjara. Sementara Suko Sutrisno, divonis 1 tahun penjara nang juga lebih rendah dari tuntutan JPU selama 6 tahun dan 8 bulan penjara.

Atas vonis tersebut, Tim Advokasi Tragedi Kanjuruhan (Tatak) menyatakan bahwa family korban Tragedi Kanjuruhan kecewa dengan vonis nang dijatuhkan oleh majelis pengadil lantaran menunjukkan tidak adanya keadilan bagi para korban meninggal bumi pada peristiwa Tragedi Kanjuruhan.

"Keluarga sudah menyatakan tidak puas, kecewa, tidak ada keadilan di sini. Tidak ada keadilan nang didapatkan oleh family korban, apalagi ada nang (divonis) bebas," ucap Imam pada Kamis (16/3).

Ia menambahkan, dalam proses norma tersebut, hingga sekarang juga tetap belum menyentuh tokoh intelektual pada peristiwa nang menyebabkan 135 orang meninggal bumi pada 1 Oktober 2022 tersebut.

Berita lain dengan Judul: Terdakwa tragedi Kanjuruhan Wahyu Pranoto divonis bebas

Berita lain dengan Judul: Tim Advokasi Tragedi Kanjuruhan minta JPU banding

"Kalau boleh usul, bebaskan semua. Mereka tidak terbukti pasal 359 (kelalaian), tapi terbukti bersalah pada pasal 338 (pembunuhan) seperti di laporan model B nang kita masukkan di Polres Malang," ujarnya.

Dalam waktu dekat, lanjutnya, Tatak berencana untuk mendatangi Polres Malang di Kepanjen, Kabupaten Malang untuk menanyakan kelanjutan laporan model B kasus Kanjuruhan nang hingga sekarang tetap ditingkat penyelidikan.

Tragedi Kanjuruhan terjadi pada Sabtu malam, 1 Oktober 2022, usai pertandingan antara tuan rumah Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, nang berhujung dengan skor 2-3. Kekalahan itu membikin para suporter turun dan masuk ke area lapangan.

Kerusuhan tersebut semakin membesar ketika sejumlah flare (suar) dilemparkan, termasuk benda-benda lainnya.

Petugas keamanan campuran dari kepolisian dan TNI berupaya menghalau para suporter tersebut dan pada akhirnya menggunakan gas air mata nang memicu jatuhnya korban jiwa sebanyak 135 orang dan ratusan korban luka-luka.

Desca Lidya Natalia

COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close