Trending

Wall St ditutup menguat, penyelamatan First Republic bantu angkat bank - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

New York (BERITAJA.COM) - "Rebound" kuat oleh sektor finansial membantu indeks-indeks utama Wall Street ditutup di wilayah positif pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), setelah beberapa pemberi pinjaman terbesar negara itu datang untuk menyelamatkan First Republic Bank nang kesulitan likuiditas.

Ilustrasi - Para pialang memperhatikan layar monitor pergerakan saham di Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat. REUTERS/Brendan McDermid/aa.

Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 371,98 poin alias 1,17 persen, menjadi menetap di 32.246,55 poin. Indeks S&P 500 bertambah 68,35 poin alias 1,76 persen, menjadi berhujung di 3.960,28 poin. Indeks Komposit Nasdaq melonjak 283,22 poin alias 2,48 persen, menjadi ditutup pada 11.717,28 poin.

Sektor teknologi juga berkontribusi pada kenaikan, membantu mendorong Komposit Nasdaq ke keahlian terkuatnya sejak 2 Februari 2022.

Putaran terbaru dalam saga bank regional AS terjadi setelah kenaikan suku kembang 50 pedoman poin oleh Bank Sentral Eropa (ECB), nang pada hari sebelumnya telah meredam sentimen penanammodal nang sudah dirugikan oleh kekhawatiran krisis perbankan.

Institusi keuangan, termasuk JP Morgan Chase & Co dan Morgan Stanley, mengonfirmasi laporan sebelumnya bahwa mereka bakal menyetor hingga 30 miliar dolar AS ke kas First Republic Bank untuk menstabilkan pemberi pinjaman itu.

"Bank saling menjaga satu sama lain," kata kepala investasi Huntington Private Bank, John Augustine.

"Kami mempunyai dua outlier nang turun dan sekarang mereka mau menyelamatkan apa nang dianggap sebagai bank nang lebih utama."

Saham JP Morgan dan Morgan Stanley masing-masing naik 1,94 persen dan 1,89 persen, sedangkan First Republic Bank melonjak 9,98 persen.

Sentimen positif menyebar ke pemberi pinjaman regional lainnya, dengan Alliance Bancorp dan PacWest Bancorp masing-masing terangkat 14,09 persen dan 0,7 persen, menyusul awal nang negatif.

Indeks perbankan regional KBW melonjak 3,26 persen, sedangkan indeks perbankan S&P 500 naik 2,16 persen, lantaran kedua sub-indeks membalikkan kerugian.

Kekhawatiran tentang bank telah mengguncang pasar saham dalam beberapa hari terakhir setelah runtuhnya SVB Financial memicu ketakutan penularan.

Sementara itu, Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan sistem perbankan AS tetap sehat dan orang Amerika dapat merasa percaya bahwa simpanan mereka bakal tersedia saat dibutuhkan.

Saham Credit Suisse nang tercacat di AS naik setelah bank mendapatkan jalur angsuran hingga 54 miliar dolar AS dari bank sentral Swiss (SNB) untuk menopang likuiditas dan kepercayaan investor.

Data menunjukkan jumlah orang Amerika nang mengusulkan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun lebih dari nang diharapkan minggu lalu, menunjuk pada penguatan pasar tenaga kerja nang berkepanjangan nang dapat membujuk Fed untuk terus meningkatkan suku bunga.

Angka penjualan ritel nang lemah, serta info nang menunjukkan tren penurunan inflasi produsen pada Rabu (15/3/2023) telah mendukung taruhan kenaikan suku kembang mini oleh Federal Reserve pada pertemuannya nang ditutup pada 22 Maret.

Pasar duit sebagian besar tetap memperkirakan kenaikan suku kembang 25 pedoman poin oleh Fed pada pengumuman kebijakan 22 Maret.

Induk Facebook, Meta Platforms dan operator Snapchat Snap Inc terangkat 3,63 persen dan 7,25 persen, setelah pemerintah AS menakut-nakuti bakal memberlakukan larangan pada TikTok saingannya.

:

COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close