Trending

Wali Kota Surabaya beri pembinaan 11 ABH terlibat kerusuhan suporter - Beritaja

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Surabaya (BERITAJA) -

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berbareng Polresta Pelabuhan Tanjung Perak dan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I memberikan pembinaan untuk 11 anak berhadapan dengan norma (ABH) yang terlibat kerusuhan suporter di Jembatan Suramadu setelah laga final Championship Series Liga 1 di Madura.

"Kami menjamin melakukan pembinaan untuk anak-anak. Sehingga ke depan anak-anak ini mempunyai wawasan kebangsaan dan attitude (perilaku) yang baik dalam menjaga persatuan," ucap Cak Eri, sapaan akrabnya, dalam keterangan tertulis di Surabaya, Kamis.

Cak Eri dengan tegas meminta kesebelas ABH tersebut untuk berkhidmat kepada orang tua serta tidak mengulangi perbuatannya lagi.

“Saya mengampuni mereka, lantaran saya memandang masa depan mereka tetap panjang. Karena bagaimanapun masa depan mereka adalah tanggung jawab saya sebagai Wali Kota Surabaya. Saya pastikan mereka tidak bakal pernah melakukan perihal ini lagi," ujarnya.

Baca juga: Polisi Surabaya halau suporter Persib di perbatasan Madura

Selain itu, dirinya berambisi andaikan muncul konten alias info negatif di media sosial, suporter bola diharapkan tidak mudah terpancing agar tidak terpecah oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Khususnya, kata dia, dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-97 Persebaya pada 18 Juni 2024.

"Sebentar lagi Persebaya bakal ulang tahun ke-97, saya berambisi ini menjadi pemantik semuanya, untuk selalu melakukan kebaikan, jangan sampai ternodai lagi. Kalau di media sosial saling memprovokasi, saya berambisi Arek-Arek Suroboyo tidak terprovokasi," katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Iptu M Prasetya mengatakan berasas peraturan perundang-undangan, pihaknya membuka ruang mediasi alias yang dikenal sebagai istilah diversi terhadap ABH.

Namun, dalam proses tersebut terdapat syarat-syarat yang mesti dipenuhi, ialah perbuatan yang dilakukan dengan ancaman pidana kurang dari tujuh tahun dan perbuatan tidak dilakukan berulang.

“Kami mendapat berita dari Kepala Bapas bahwa 11 anak (ABH) ini juga belum pernah melakukan perbuatan pidana. Kemudian dari hasil asesmen direkomendasikan untuk dilakukan diversi,” ucapnya.

Berdasarkan hasil mediasi tersebut, pihaknya berbareng Pemkot Surabaya dan Bapas Kelas I bermufakat untuk mengampuni 11 ABH.

“Sudah disampaikan oleh Bapak Kapolres Tanjung Perak, kami dari kepolisian mengampuni dan dari Pemkot Surabaya juga mengampuni 11 ABH dan tidak dilakukan tukar rugi peralatan yang telah dilakukan pengerusakannya,” ujarnya.

Pascakerusuhan di Suramadu setelah laga final Championship Series Liga 1 di Madura, pada Minggu (30/5), Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya telah menetapkan 18 tersangka, 11 diantaranya tetap anak-anak.

Tujuh tersangka yang ditahan antara lain A (19), MZ (26), BRZ (18), NF (18), ADR (21), YW (24) dan MST (21).


Editor: Mahfud
Copyright © BERITAJA 2024







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close