Trends

Ubah pola makan jadi langkah pertama tangani obesitas pada anak - BeritAja

Sedang Trending 11 bulan yang lalu
beritaja.com

Jakarta (BERITAJA.COM) - Mengubah pola makan menjadi langkah pertama menangani anak nan terkena obesitas, sebelum memintanya berolahraga sesuai usia, menurut Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI Dr Piprim Baspetunjuk Yanuarso, SpA(K).

"Sebab pola makan ini jauh lebih besar daripada pola geraknya. Kalau anak obesitas susah jika langsung disuruh olahraga berat. Jalan kaki saja berat dia badannya," kata dia dalam sebuah obrolan nan digelar daring, Selasa.

Untuk pola makan, orangtua bisa berakhir memberi anak makanan rendah nutrisi seperti junk food kemudian menggantinya dengan makanan alami alias real food.

Piprim mengatakan, anak-anak sebaiknya dikenyangkan dengan sumber protein hewani, misalkan nasi dengan banyak lauk berupa dadar telur, ikan alias ayam. Jumlah protein nan ditingkatkan ini guna mencegah anak-anak menyantap karbohidrat sigap serap misalnya dari camilan-camilan rendah nutrisi.

Berita lain dengan Judul: Ternyata "overnutrisi" bisa perppetunjuk kanker pada anak

"Anak jadi lapar terus dan kebanyakan kalori lantaran pilihan jenis makanannya keliru (makan junk food), terlalu sering diberi makanan nan indeks glikemik tinggi alias tinggi karbohidrat, gula dan tepung," kata dia.

Dampaknya, gula dpetunjuk anak sigap naik kemudian sigap turun. Saat gula dpetunjuknya naik seperti roller coaster lampau turun menukik, anak bakal merasa lapar lagi kemudian meminta makan kembali.

Piprim mengakui, upaya untuk memutus pola makan anak nan doyan menyantap junk food dan minuman manis tidak mudah dan ini memerlukan support orangtua.

"Mungkin minuman manisnya diganti dengan pemanis non-kalori seperti stevia, nan sangat manis tetapi tidak ada kalorinya, bisa jadi pengganti pemanis untuk anak-anak nan obesitas. Bahkan anak nan tidak obes pun boleh juga pemanisnya pakai stevia," demikian saran dia.

Dalam kesempatan itu, Ketua Unit Kerja Koordinasi Endokrinologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr Muhammad Faizi, SpA(K) berpesan agar orangtua mencegah anak terkena obesitas sedini mungkin. Kalaupun anak terlanjur obesitas, sambung dia, maka memodifikasi pola makan anak dan pola hidupnya bisa dilakukan sehingga bisa mengurangi akibat dari obesitas.

Kriteria anak obesitas bisa diukur melalui kurva pertumbuhan nan memperhitungkan penambahan tinggi badan. Ini berbeda dari orang dewasa nan berpegang salah satunya pada nilai indeks massa tubuh (IMT).

Berita lain dengan Judul: Risiko glukosuria lebih tinggi pada anak nan kegemukan

Berita lain dengan Judul: Kenali beda nafsu makan ekstrim dan naiknya gairah makan anak

Berita lain dengan Judul: Waspadai gangguan pola makan anak



COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023





Baca Juga:
  • Bahasa Banjar Translate dan Artinya
  • Pantun Bahasa Banjar
  • 10 Tanda Baca dalam Alquran
  • Terkini! Waktu Sholat Banjarmasin
  • Lengkap A-Z, Rekomendasi Nama Nama Bayi Laki Laki Islami dan Artinya
  • Lengkap! A-Z, Nama Nama Bayi Perempuan Islami dan Artinya


  • Kategori:



    Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di



    close