Trending

Terdakwa korupsi peremajaan sawit di Bengkulu divonis empat tahun - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

"Keempat terdakwa ialah AS, ED, S dan P terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dan menimbulkan kerugian negara,"

Kota Bengkulu (BERITAJA.COM) - Mejelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu menjatuhkan vonis terhadap empat terdakwa selama empat tahun penjara atas kasus korupsi Penyaluran Dana Kegiatan Peremajaan Perkebunan Kelapa Sawit (PPKS) di Kecamatan Pinang Raya, Kabupaten Bengkulu Utara.

Keempat terdakwa ialah Ketua Kelompok Tani Rindang Jaya AS, Sekretaris Kelompok Tani Rindang Jaya ED, Bendahara Kelompok Tani Rindang Jaya S, dan Kepala Desa Tanjung Muara ialah P.

"Keempat terdakwa ialah AS, ED, S dan P terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dan menimbulkan kerugian negara," kata Ketua Majelis Hakim Isra saat membacakan vonis di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Kota Bengkulu, Selasa.

Sebab para terdakwa terbukti bersalah sebagaimana nang diatur oleh Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 18 ayat (1) huruf a huruf b, ayat (2), ayat (3) Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Ia menyebut bahwa para terdakwa secara bersama-sama melawan norma melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri alias orang lain alias suatu korporasi nang dapat merugikan finansial negara alias perekonomian negara.

Selain divonis balasan penjara empat tahun, keempat terdakwa juga di denda Rp500 Juta dengan subsider lima bulan penjara dan masing masing bayar duit pengganti atas kerugian negara.

Untuk terdakwa AS dikenakan duit pengganti sebesar Rp540 juta, terdakwa P sebesar Rp 4,9 Milyar serta ED dan S dikenakan duit pengganti sekitar Rp600 juta.

Sementara itu, kuasa norma keempat terdakwa ialah Zelik Ilham Hamka mengatakan bahwa pihaknya bakal pertimbangkan vonis nang telah diberikan oleh pengadilan apakah kita bakal banding alias seperti apa.

"Ketika memang terdakwa dinyatakan terbukti bersalah, maka putusan empat tahun penjara tersebut merupakan tuntutan minimal nang artinya ada keraguan dari putusan majelis hakim," ujar dia.

Sebelumnya Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu menyita duit sebesar Rp13 miliar dari empat tersangka atas kasus dugaan korupsi aktivitas replanting alias tanam ulang sawit di Kabupaten Bengkulu Utara pada 2019-2020.

Anggi Mayasari

COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close