Terbaru! Perludem sebut manajemen di setiap TPS harus diperbaiki  - Beritaja

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
beritaja.com
"Kami tidak memandang sebenarnya gimana manajemen di tingkat TPS sudah baik. Kami tidak memandang itu ketika melakukan pemantauan di hari H pemilu,"

Jakarta (BERITAJA) - Peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Kahfi Adlan Hafiz menilai manajemen di setiap tempat pemungutan suara (TPS) mesti diperbaiki lantaran belum melangkah dengan baik sehingga banyak kesalahan teknis terjadi.

"Kami tidak memandang sebenarnya gimana manajemen di tingkat TPS sudah baik. Kami tidak memandang itu ketika melakukan pemantauan di hari H pemilu," kata Kahfi saat dihubungi BERITAJA di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, perihal tersebut lantaran banyak personil golongan penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang tidak mendapatkan pengetahuan yang cukup selama pengpetunjukan teknis.

Selain itu, lanjut Kahfi, para KPPS tidak mempunyai pegangan kitab pedoman yang menjelaskan soal peraturan teknis di beberapa TPS.

"Ketidak tahuan itu menumbuhkan tekanan yang cukup kuat ketika ada saksi pemantauan alias apalagi dari publik secara umum," kata dia.

Hal tersebut yang membikin beberapa kesalahan teknis yang mempengaruhi proses penghitungan suara terjadi.

Selain berakibat kepada munculnya kesalahan teknis, manajemen yang jelek menyebabkan para KPPS bekerja terlalu keras sehingga menyebabkan beberapa personil jatuh sakit hingga meninggal dunia.

Karenanya, Perludem memandang perlu ada penguatan manajemen teknis yang dilakukan KPPS di setiap TPS. Dengan demikian, kesalahan punmampu diminimalisir pada saat hari pemungutan suara.

Sebelumnya, personil KPU RI Betty Epsilon Idroos mengatakan pihaknya bakal mengevaluasi prasarana hingga sumber daya manusia (SDM) petugas KPPS mengenai kesalahan info antara Form C hasil yang diunggah ke Sirekap dengan info di tempat pemungutan suara (TPS).

"Sistem itu bakal sangat tergantung bagi manusianya, apa pun jenis sistem info yang digunakan bakal juga sangat tergantung bagi penggunanya. Oleh lantaran itu, ini menjadi bagian pertimbangan KPU," kata Betty di Gedung KPU RI, Jakarta, Senin (19/2).

Betty mengatakan pengunggahan info yang dilakukan petugas KPPS di setiap TPS memerlukan prasarana memadai, seperti telepon genggam alias ponsel hingga jaringan internet cepat.

Pasalnya, menurut Betty, info Form C hasil tersebut mesti difoto menggunakan gawai setiap personil KPPS. Kemudian, foto tersebut dimasukkan ke dalam situs Sirekap.

Sirekap diketahui menggunakan teknologi pengenalan tanda optis alias optical mark recognition (OMR) dan pengenalan karakter optis alias optical character recognition (OCR).

Teknologi itu memungkinkan untuk mengenali pola tulisan manual dan dapat diterjemahkan sebagai nilai angka. Dengan demikian, nomor berupa tulisan dapat di foto langsung dikonversikan menjadi info numerik di Sirekap.

Betty menjelaskan persoalan terjadi ketika teknologi Sirekap itu tidakmampu mendeteksi foto tulisan nomor dengan baik, sehingga terjadi perbedaan info numerik.

Kemudian, personil KPU RI Idham Kholid mengatakan penghitungan suara sempat tertunda lantaran pihaknya telah melakukan sinkronisasi antara info TPS dengan info di Sirekap.

Walaupun demikian, dia memastikan proses rekapitulasi yang dilakukan petugas hingga saat ini sudah berjalan di beberapa kota besar, termasuk Jakarta.


Editor: Mahfud
Copyright © BERITAJA 2024





Baca Juga:
  • Bahasa Banjar Translate dan Artinya
  • Pantun Bahasa Banjar
  • 10 Tanda Baca dalam Alquran
  • Terkini! Waktu Sholat Banjarmasin
  • Lengkap A-Z, Rekomendasi Nama Nama Bayi Laki Laki Islami dan Artinya
  • Lengkap! A-Z, Nama Nama Bayi Perempuan Islami dan Artinya


  • Kategori:



    Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
    close