Trending

Terbaru! Kasus mayat di Pulau Pari, bermula pelaku mencari teman kencan - Beritaja

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta (BERITAJA) - Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Polisi Wira Satya Triputra mengatakan bahwa kasus penemuan jenazah di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, bermulai pada Selasa (9/4) pukul 23.30 saat pelaku NYP namalain Nico (28) mencari kawan kencan.

"Pelaku mencari kawan kencan alias wanita 'open BO' melalui aplikasi dari kos-kosannya yang berada di Jalan Raya Perjuangan Gang Kaum Nomor 35, Teluk Pucung, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat," katanya di Jakarta, Kamis.

Setelah itu pelaku, menemukan kawan kencan dengan akun atas nama "karin" milik korban berinisial RR (35).

Wira menjelaskan setelah selesai berkencan korban meminta duit tambahan Rp100 ribu dengan argumen lama waktu berkencan lebih lama.

"Karena pelaku menolaknya, korban memaki dan menakut-nakuti pelaku hingga pelaku kalap membunuh korban dengan langkah mencekik dan menjerat leher korban dengan tali sepatu hingga korban meninggal dunia," katanya.

Kemudian pelaku membuang mayatnya dengan langkah dibungkus kardus pendingin ruangan (AC). Lalu dilemparkan ke sungai Jembatan Besi, Telukpucung, Bekasi.

Kurang dari satu minggu, setelah korban ditemukan, tepatnya pada Kamis (18/4) pukul 05.00 WIB di Desa Guguak, Kelurahan 
Guguak VIII Koto, Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, Tim Opsnal Subdit Jatanras sukses menangkap pelaku pembunuhan tersebut untuk kemudian dibawa ke Polda Metro Jaya.

"Tersangka dikenakan Pasal 339 KUHP dan alias Pasal 338 KUHP dan alias Pasal 365 Ayat 3 KUHP dengan ancaman penjara kurungan maksimal 20 tahun," katanya.

Sebelumnya, ditemukan jenazah seorang wanita di Dermaga Ujung Pulau Pari, Kepulauan Seribu, pada Sabtu (13/4) sekitar pukul 16.50 WIB oleh penduduk setempat.

Kemudian penduduk melapor ke pihak Kepolisian setempat. Polisi langsung melakukan pemindahan jenazah korban dan membawa jenazah korban ke RS Polri Pusat Kramat Jati untuk dilakukan autopsi guna mengungkap penyebab kematian.


Editor: Mahfud
Copyright © BERITAJA 2024







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close