Trends

Terbaru! Hakim tolak nota keberatan terdakwa korupsi bansos Richard Cahyanto - Beritaja

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
beritaja.com

Jakarta (BERITAJA) - Majelis pengadil menolak nota keberatan alias eksepsi General Manager PT Trimalayan Teknologi Persada Richard Cahyanto, terdakwa kasus dugaan korupsi support sosial beras untuk Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan di Kementerian Sosial tahun 2020–2021.

"Menyatakan nota keberatan alias eksepsi penasihat norma terdakwa dinyatakan tidak dapat diterima," kata Hakim Ketua Djuyamto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Senin.

Hakim menilai eksepsi terdakwa yang menyatakan bahwa pasal yang didakwakan tidak terpenuhi dalam uraian surat dakwaan telah masuk pokok perkara yang mesti dibuktikan di dalam persidangan.

Baca juga: Faisal Harris bantah terlibat korupsi bansos

Surat dakwaan, menurut majelis hakim, telah memenuhi syarat materiil dan formil sebagaimana ditentukan Pasal 143 Ayat (2) huruf a dan huruf b KUHAP. Sebab itu, eksepsi yang diajukan terdakwa dinyatakan tidak dapat diterima.

"Menyatakan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat berkuasa mengadili dan memeriksa perkara a quo," ujar Djuyamto.

Dengan demikian, perkara dimaksud tetap bergulir untuk diperiksa lebih lanjut. Menetapkan penuntut umum melanjutkan pemeriksaan dalam perkara atas nama terdakwa Richard Cahyanto," ucap Djuyamto.

Baca juga: Rudy Tanoe tutup mulut usai diperiksa KPK soal korupsi bansos

Richard Cahyanto didakwa melakukan perbuatan memperkaya diri dengan nominal mencapai Rp2.400.000.000 dan merugikan finansial alias perekonomian negara sejumlah Rp127.144.055.620.

Dalam perkara ini, jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa Richard berbareng Direktur Utama Mitra Energi Persada/Tim Penasihat PT Primalayan Teknologi Persada tahun 2020 Ivo Wongkaren dan Tim Penasihat PT Primalayan Teknologi Persada Roni Ramdani.

Pada surat dakwaan dinyatakan bahwa para terdakwa merekayasa pekerjaan konsultansi dalam penyaluran bansos beras untuk Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan dari Kementerian Sosial.

Atas perbuatannya, Richard Cahyanto didakwa dengan Pasal 2 ayat (1) alias Pasal 3 jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Baca juga: KPK tahan Kuncoro Wibowo mengenai korupsi bansos di Kemensos


Editor: Mahfud
Copyright © BERITAJA 2024





Baca Juga:
  • Bahasa Banjar Translate dan Artinya
  • Pantun Bahasa Banjar
  • 10 Tanda Baca dalam Alquran
  • Terkini! Waktu Sholat Banjarmasin
  • Lengkap A-Z, Rekomendasi Nama Nama Bayi Laki Laki Islami dan Artinya
  • Lengkap! A-Z, Nama Nama Bayi Perempuan Islami dan Artinya


  • Kategori:



    Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di



    close