Terbaru! Bantul kembangkan TPST sebagai industri bangkitkan unit ekonomi - Beritaja

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
beritaja.com
Ada pertanyaan lha kok banyak sekali TPST TPST ini, ya lantaran TPST ini kita pandang sebagai industri, bukan tempat buangan sampah. Jadi mesti dipahami TPST-TPST yang kita kembangkan ini adalah bangkitan bangkitan baru unit ekonom

Bantul (BERITAJA) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mengembangkan beberapa tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) di tingkat kabupaten maupun tingkat kelurahan selain sebagai tempat buangan sampah juga sebagai industri yang dapat membangkitkan unit ekonomi.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih di Bantul, Selasa, mengatakan, saat ini sudah ada akomodasi pengolahan sampah konsep Intermediate Treatment Facility (ITF) di Pasar Niten, kemudian TPST di kelurahan-kelurahan, dan TPST yang sedang dibangun di Modalan Banguntapan, dan TPST di wilayah Argodadi Sedayu.

"Ada pertanyaan lha kok banyak sekali TPST TPST ini, ya lantaran TPST ini kita pandang sebagai industri, bukan tempat buangan sampah. Jadi mesti dipahami TPST-TPST yang kita kembangkan ini adalah bangkitan bangkitan baru unit ekonomi," katanya usai peresmian ITF Pasar Niten.

Menurut dia, TPST alias sarana pengolahan sampah yang dikelola pemerintah wilayah maupun badan upaya milik kelurahan (BUMKal) di Bantul itu juga sebagai unit upaya yang bahan baku utamanya sampah baik organik maupun anorganik yang kemudian diolah menjadi peralatan berbobot ekonomi.

"Inilah yang disebut dengan sirkular ekonomi, ekonomi berputar, sampah itu menjadi sumber daya ekonomi baru, ini kelak kan ada uangnya semua, lantaran di ITF Pasar Niten ini hasilnya ialah RDF (refused derived fuel) alias pengganti bahan bakar, dan pupuk kompos," katanya.

Bupati mengatakan, untuk hasil olahan sampah berbentuk RDF sudah ada yang membeli dari salah satu perusahaan di Cilacap Jawa Tengah yang sudah menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah.

"Kemudian dibeli oleh Dinas Pertanian sendiri lantaran juga memerlukan kompos untuk terutama tanaman hortikultura itu. Jadi semuanya sudah sesuai jalur, tinggal kapabilitas ini perlu ditingkatkan, dan ini kita sedang mengejar sasaran 2025 itu pengelolaan sampah mesti tuntas," katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul Ari Budi Nugroho mengatakan, peresmian operasional ITF Pasar Niten ini dalam rangka peringatan Hari Peduli Sampah 2024 yang bermaksud memperkuat komitmen dan peran aktif seluruh pemangku kepentingan dalam mengatasi sampah.

Kemudian memperkuat partisipasi dan kesadaran publik dalam upaya pengelolaan sampah dari sumber melalui aktivitas memilah dan mengolah sampah di sumbernya.

"Serta memperkuat komitmen dan peran aktif produsen dan pelaku upaya lainnya dalam penerapan ekonomi sirkular dan upaya hijau dengan menjadikan sampah sebagai bahan baku ekonomi, dan membangun rantai nilai pengelolaan sampah di seluruh sektor," katanya.

Baca juga: Bantul anggarkan Rp1,19 triliun untuk pengadaan peralatan dan jasa 2024

Baca juga: Bantul alokasikan anggaran Rp20 miliar bangun TPST di Sedayu


Editor: Mahfud
Copyright © BERITAJA 2024





Baca Juga:
  • Bahasa Banjar Translate dan Artinya
  • Pantun Bahasa Banjar
  • 10 Tanda Baca dalam Alquran
  • Terkini! Waktu Sholat Banjarmasin
  • Lengkap A-Z, Rekomendasi Nama Nama Bayi Laki Laki Islami dan Artinya
  • Lengkap! A-Z, Nama Nama Bayi Perempuan Islami dan Artinya


  • Kategori:



    Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
    close