Terbaru! ATB terbitkan Taksonomi ASEAN untuk Keuangan Berkelanjutan Versi 3 - Beritaja

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
beritaja.com
Penerbitan ASEAN Taxonomy Versi 3 ini menandai langkah maju yang signifikan dalam upaya kolektif kita untuk mempercepat pembangunan berkelanjutan...

Jakarta (BERITAJA) -

ASEAN Taxonomy Board (ATB) menerbitkan Taksonomi ASEAN untuk Keuangan Berkelanjutan jenis ketiga untuk sektor transportasi dan penyimpanan (Transportation and Storage) serta bangunan dan real estate untuk mendorong praktik-praktik finansial berkepanjangan di seluruh kawasan.

"Penerbitan ASEAN Taxonomy Versi 3 ini menandai langkah maju yang signifikan dalam upaya kolektif kita untuk mempercepat pembangunan berkepanjangan dan praktik investasi yang bertanggung jawab di area ASEAN," kata Ketua ATB Noorrafidah Sulaiman di Jakarta, Rabu.

ASEAN Taxonomy mengangkat multi-tiered framework yang memungkinkan penilaian aktivitas berkepanjangan baik menggunakan pendekatan principles-based melalui Foundation mework, maupun Plus Standard dengan metodologi yang lebih rinci menggunakan technical screening criteria (TSC).

Setelah menerbitkan TSC untuk sektor Energi pada ASEAN Taxonomy Versi 2, ASEAN Taxonomy Versi 3 memperkenalkan TSC untuk dua sektor konsentrasi lainnya, ialah Transportation & Storage (T&S) dan Construction & Real Estate (C&RE).

Kedua sektor tersebut mencakup aktivitas seperti bangunan dan pembaharuan bangunan, pembongkaran dan persiapan lokasi, dan akuisisi dan kepemilikan bangunan, serta transportasi perkotaan dan pikulan barang, dan prasarana untuk transportasi darat, air, dan udara.

"Penerbitan TSC untuk T&S dan C&RE menggarisbawahi komitmen kami yang tak tergoyahkan untuk mendorong keberlanjutan. Kami berambisi dapat bekerja sama dengan para pemangku kepentingan untuk memastikan ketelitian dan kepraktisan Taksonomi ini," ujarnya.

Klasifikasi “Green” untuk kedua sektor ini telah diselaraskan dengan kebijakan dan peraturan sektoral yang relevan (misalnya, strategi International Maritime Organisation (IMO) 2023 GHG Emissions, sertifikasi gedung Hijau Internasional), untuk memastikan bahwa ASEAN Taxonomy tetap kredibel, interoperable, dan inklusif.​

Klasifikasi “Green” merujuk pada taksonomi internasional yang digunakan secara luas seperti EU Taxonomy, dan jika relevan disesuaikan dengan kondisi unik ASEAN.

Klasifikasi “Amber” berfaedah sebagai kategori transisi, memberikan stepping stone bagi perusahaan untuk belajar dan melakukan penyesuaian terhadap aktivitas mereka untuk mencapai dan beranjak ke pengelompokkan “Green”.

ATB berambisi jenis terbaru ini bakal memberikan kejelasan yang lebih baik bagi para pengguna ASEAN Taxonomy. Selanjutnya, sesuai dengan aspirasi ASEAN untuk memfasilitasi transisi yang setara dan teratur, ASEAN Taxonomy bakal terus ditinjau dan diperbarui sesuai dengan perkembangan teknologi, pengetahuan pengetahuan, dan ekonomi yang terus berkembang.

Setelah publikasi ini, ATB bakal melakukan targeted consultations dengan para pemangku kepentingan utama dan pengguna ASEAN Taxonomy. Pendekatan ini memastikan ASEAN Taxonomy tetap kokoh, relevan, dan responsif terhadap kebutuhan organisasi ASEAN yang terus berkembang.

TSC untuk sektor konsentrasi lainnya dan enabling sectors yang tercakup dalam Plus Standard bakal diterbitkan tahun depan.

Sebagai principal representative Indonesia di ATB, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara aktif menyuarakan kepentingan nasional dalam penyusunan ASEAN Taxonomy Versi 3. OJK memimpin koordinasi dengan kementerian/lembaga dan perwakilan industri mengenai dalam memberikan masukan pada rapat-rapat di ATB.

Sejalan dengan terbitnya ASEAN Taxonomy Versi 3, OJK bakal melanjutkan pengembangan Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) sektor T&S, C&RE , dan sebagian sektor Agriculture, Forestry and Other Land Use (AFOLU).

Adapun pengembangan bakal dilakukan mulai triwulan II-2024 dan ditargetkan terbit pada awal tahun 2025.

OJK bakal bekerja-sama dan bersinergi dengan kementerian/lembaga sektoral, perwakilan industri dan pemangku kepentingan mengenai lainnya.

TKBI menggunakan ASEAN Taxonomy sebagai referensi utama untuk menjaga prinsip credible, interoperable dan inklusif, dengan tetap memperhatikan perkembangan kebijakan dan kepentingan nasional.


Editor: Mahfud
Copyright © BERITAJA 2024





Baca Juga:
  • Bahasa Banjar Translate dan Artinya
  • Pantun Bahasa Banjar
  • 10 Tanda Baca dalam Alquran
  • Terkini! Waktu Sholat Banjarmasin
  • Lengkap A-Z, Rekomendasi Nama Nama Bayi Laki Laki Islami dan Artinya
  • Lengkap! A-Z, Nama Nama Bayi Perempuan Islami dan Artinya


  • Kategori:



    Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
    close