Trending

Suharso: Presiden beri arahan agar Regsosek perbaiki basis data KPM - Beritaja

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
Dalam beragam kesempatan, Bapak Presiden memberikan pengpetunjukan mengenai penyelenggaraan info Regsosek. .....

Jakarta (BERITAJA) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengatakan Presiden Joko Widodo memberikan pengpetunjukan agar info Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) dapat memperbaiki pedoman info golongan penerima faedah (KPM) atas shopping sosial.

“Dalam beragam kesempatan, Bapak Presiden memberikan pengpetunjukan mengenai penyelenggaraan info Regsosek. Beliau sampaikan bahwa penyelenggaraan reformasi sistem perlindungan sosial diharapkan dapat memperbaiki pedoman info penerima faedah atas shopping sosial yang dialokasikan dalam APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara), sehingga dengan info Regsosek ini mudah-mudahan kita segera dapat mengatasi kemiskinan ekstrem dan tentu kemiskinan pada umumnya,” katanya dalam aktivitas Peluncuran Kolaborasi Pemanfaatan Sistem Data Regsosek di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Kamis.

Sejak 21 Juli 2021, Presiden memberikan pengpetunjukan dalam rapat terbatas untuk mempertajam pedoman info guna ketepatan sasaran dan upaya percepatan penanggulangan kemiskinan kronis.

Selanjutnya, Presiden berpidato mengenai Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN pada 16 Agustus 2022 dan memberikan mandat penyelenggaraan Regsosek.

Baca juga: Kemendagri tekankan pemda pakai info regsosek untuk pembangunan daerah

Pada 30 Mei 2022, Presiden memberikan mandat mengenai penyelenggaraan Regsosek dan pengpetunjukan tentang pemanfaatan Regsosek pada 24 Oktober 2023.

“Arahan-petunjukan Presiden kemudian ditindaklanjuti dengan beragam kebijakan, mulai dari penyelenggaraan pendataan awal hingga kemudian pemanfaatannya pada hari ini,” ucapnya.

Data Regsosek bakal dimanfaatkan untuk melengkapi sasaran dan sasaran Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN)  yang dinilaimampu membawa kesejahteraan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.

Sistem Satu Data Regsosek menekankan urgensi integrasi info sosial dan ekonomi berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk memperkuat perencanaan dan penganggaran berbasis bukti, meningkatkan efisiensi anggaran, dan memastikan ketepatan target.

Ke depan, info Regsosek dapat dimanfaatkan kementerian/lembaga hingga tingkat daerah, dan diakses oleh akademisi dan organisasi masyarakat untuk mendukung kajian dan aktivitas lainnya guna mendukung program pemerintah dengan memperhatikan prinsip perlindungan info pribadi.

Baca juga: Kemnaker-Bappenas kolaborasikan info ketenagakerjaan SDK dan Regsosek

Kolaborasi dan komitmen beragam pihak diperlukan untuk memastikan info Regsosek tetap terkini dan valid. Suharso menekankan integrasi dan pembaruan info kolaboratif secara berkala antara kementerian/lembaga/daerah guna menghasilkan info jeli sebagai dasar perencanaan pembangunan.

Dalam Pasal 31 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004, dinyatakan bahwa perencanaan pembangunan mesti didasarkan pada info dan info yang jeli dan akuntabel.

“Data sosial ekonomi yang jeli dan komprehensif berkelas ini merupakan fondasi yang banget kuat dalam perencanaan program-program pembangunan,” kata Menteri PPN.


Editor: Mahfud
Copyright © BERITAJA 2024







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close