Trending

Sidang Fatia gaduh karena kuasa hukumnya disebut tak paham hukum - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Jakarta (BERITAJA.COM) - Sidang kasus pencemaran nama baik Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dengan terdakwa Koordinator Kontras Fatia Maulidiyanti di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Senin, sempat diwarnai kegaduhan.

Kegaduhan itu terjadi usai terdakwa Fatia mengaku tidak mengerti dengan dakwaan nang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) nang dipimpin oleh Yanuar Adi Nugroho.

Awalnya, Ketua Majelis Hakim Cokorda Gede Arthana bertanya kepada Fatia mengenai surat dakwaan nang bacakan oleh jaksa.

Berita lain dengan Judul: KontraS sayangkan putusan bebas pelanggar HAM Paniai Papua

Kepada hakim, Fatia mengaku tidak mengerti dengan isi surat dakwaan tersebut.

"Belum mengerti dan saya minta dijelaskan kembali untuk memperjelas mengenai posisinya saya," kata Fatia di ruang sidang.

Lantas, personil kuasa norma Fatia juga menyampaikan perihal nang sama. Dia beranggapan dakwaan nang disampaikan jaksa tidak jelas.

"Kami pun sebagai kuasa norma bingung ini dakwaannya apaan sebenarnya sih, muter-muter nggak jelas Nang Mulia," ujarnya.

Kemudian salah satu personil tim JPU menjelaskan dengan perincian mengenai pasal nang didakwakan kepada Fatia. Jaksa lampau mempertanyakan kapabilitas kuasa norma Fatia.

Berita lain dengan Judul: KontraS beri sejumlah catatan soal batalnya autopsi korban Kanjuruhan

Dia mengatakan, semua sudah tertuang dalam pasal dakwaan dan kami merasa sudah memberikan penjelasan nang cukup jelas kepada terdakwa. Mereka juga sudah didampingi oleh kuasa hukumnya nang sudah semestinya memahami mengenai hukum.

"Jadi pada saat mereka bertanya lagi kami, makanya bertanya kembali, apakah mereka tahu hukum?," ujarnya.

Kemudian, salah satu kuasa norma Fatia merasa tidak terima atas pernyataan jaksa itu. Suasana ruang sidang pun mendadak gaduh.

"Tidak mengerti hukum? Itu merendahkan kami. Seharusnya seorang jaksa menjelaskan dakwaannya bukan malah menyatakan kami tidak mengerti hukum. Kami keberatan Nang Mulia," tegasnya.

Hakim Ketua Cokorda lampau menengahi kuasa norma Fatia dan jaksa. "Sudah-sudah," kata Hakim Ketua Cokorda.

Berita lain dengan Judul: Tiga peneliti jadi saksi meringankan Haris-Fatia mengenai laporan Luhut

Fatia didakwa mencemarkan nama baik Luhut Binsar Pandjaitan dan menyebarkannya melalui akun Youtube Haris Azhar dengan video berjudul "Ada Lord Luhut di kembali Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya!! Jenderal BIN juga Ada1!" .

Dalam video itu, terdakwa Fatia menyebutkan, 
Luhut Binsar Pandjaitan sebagai pemilik saham Toba Sejahtera Group, nang seolah-olah digambarkan mempunyai upaya pertambangan nang berlokasi di Blok Wabu, Kabupaten Intan Jaya, Papua.

"Padahal saksi Luhut Pandjaitan namalain Luhut Binsar Pandjaitan sama sekali tidak pernah mempunyai upaya pertambangan nang berlokasi di Blok Wabu, Kabupaten Intan Jaya, Papua, maupun di wilayah Papua lainnya," kata JPU.

Fatia didakwa Pasal 27 ayat 3 juncto Pasal 45 ayat 3 Undang-Undang ITE, Pasal 14 ayat 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946, Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 dan Pasal 310 KUHP tentang penghinaan.
 



COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close