Trending

SESNA Group soroti peluang dan tantangan pengembangan tenaga surya di Indonesia - Beritaja

Sedang Trending 5 hari yang lalu

Jakarta (BERITAJA) - SESNA Group menyoroti kesempatan dan tantangan pengembangan tenaga surya di Indonesia, dalam aktivitas The Solar Week Indonesia 2024 yang diadakan di Artotel Gelora Senayan, Kamis (6/6).

Dalam obrolan tersebut, SESNA Group yang diwakili oleh Head of Business Development dz Akbar membuka pembahasan tentang studi kasus yang dapat dipelajari dari negara-negara Asia Tenggara dalam mengoptimalkan pertumbuhan dan pengimplementasian tenaga surya di Indonesia.

dz beranggapan bahwa pertumbuhan pengembangan daya surya di Indonesia tetap cukup tertinggal di antara negara Asia Tenggara lainnya. Namun, perhatian dan kesempatan investasi sekarang mulai berfokus pada Indonesia.

"Kita di sini sebenarnya telah mengetahui apa yang terjadi di Asia Tenggara bahwa kita cukup tertinggal dari pertumbuhan pengembangan daya surya di Indonesia. Tapi saya pikir di sisi lain, saat ini semua konsentrasi sebenarnya bakal datang ke Indonesia, lantaran di setiap negara sudah berkembang dengan baik dan segmennya sudah terpenuhi dalam pengembangan tenaga surya. Itu berfaedah bahwa kesempatan investasi bakal dibangun di sini juga", ujar dz.

Ia menekankan pentingnya support dari pemerintah Indonesia dalam memastikan kelancaran dan keberhasilan proyek-proyek daya surya di Indonesia.

"Para penanammodal sudah berdatangan ke Indonesia untuk memandang proyek apa yangmampu dilakukan dalam waktu dekat. Tapi saya pikir yang mereka butuhkan adalah kepastian bahwa proyek tersebut bakal berjalan, dan proyek tersebut juga mesti bankable. Itu adalah kriteria utama," tambahnya.

Selain itu, dz juga memberikan wawasan tentang praktik terbaik dalam pengadaan komponen krusial untuk proyek-proyek tenaga surya. Ia menambahkan bahwa optimasi proyek dimulai dari simulasi dan info dasar komponen yang akurat. Namun, menurutnya, yang lebih kritis adalah aspek pengiriman energi.

"Pengiriman daya ada di sisi beban. Misalnya, jika beban memerlukan baterai alias BESS (Battery Energy Storage System) untuk menjembatani pengiriman, maka baterai itu sendiri sebenarnya bukan sistem pembangkit listrik, kan? Baterai adalah pemindah daya alias generator. Jadi, dari perspektif pandang developer, perihal ini tidak menghasilkan pendapatan, selain jika sistem baterai tersebut mempunyai tarif sendiri alias digunakan untuk tujuan lain”, ungkap dz.

dz menutup diskusinya dengan menekankan bahwa dari perspektif pandang investor, wajib untuk memastikan jika produksi daya dapat diestimasi dengan jeli dan dapat dikirimkan 100% tanpa hambatan.

"Jika perihal tersebut dapat dilakukan di atas kertas, saya rasa kemungkinan besar perihal tersebut juga dapat dilakukan di bumi nyata," pungkasnya.

Acara The Solar Week Indonesia 2024 merupakan platform krusial bagi para pemangku kepentingan di industri daya surya untuk berbagi wawasan, tantangan, dan kesempatan dalam mengembangkan daya surya di Indonesia. Acara tersebut diselenggarakan oleh Solar Quarter South East Asia, dengan dihadiri oleh beragam master dan ahli dari industri daya surya serta perusahaan pendukungnya.

Dengan support dan kerjasama yang tepat, diharapkan Indonesia dapat segera mengejar ketertinggalannya dan memaksimalkan potensi daya surya yang dimilikinya.


Editor: Mahfud
Copyright © BERITAJA 2024







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close