Trending

Rycko Amelza, personel tim penakluk Dr. Azahari, jadi Kepala BNPT - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Kepala BNPT juga mempunyai tanggung jawab turut menyukseskan ASEAN Summit hingga Pemilu 2024

Jakarta (BERITAJA.COM) - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) melantik mantan Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri Komjen Pol. Rycko Amelza Dahniel menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin.

“Dengan rahmat Tuhan Nang Maha Esa, menimbang dan seterusnya, mengingat dan seterusnya, memutuskan, menetapkan dan seterusnya, kesatu dan seterusnya, kedua mengangkat Saudara Komjen Prof. Rycko Amelza Dahniel, M.Si. sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme,” kata Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara Setya Utama dalam pelantikan Rycko Amelza.

Keputusan Presiden ini mulai bertindak pada waktu ditetapkan, ialah tanggal 3 April 2023.

Pelantikan Komjen Pol. Rycko Amelza berasas Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 51/TPA Tahun 2023 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Utama di Lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme.

Komjen Pol. Rycko Amelza merupakan salah satu sosok berprestasi nang reputasinya mencuat usai tragedi Bom Bali II, sebuah peristiwa teror nang telah menggemparkan Indonesia dan dunia.

Ia memperoleh kenaikan pangkat luar biasa saat tergabung dalam tim Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri nang sukses melumpuhkan teroris Dr. Azahari, sosok nang diduga kuat merupakan dalang di kembali Bom Bali II beserta rangkaian peristiwa teror lainnya di Tanah Air.

Kala itu, Bareskrim Polri tak hanya sukses melumpuhkan Dr. Azahari. Mereka juga sukses melumpuhkan golongan teror Azahari di Kota Batu, Malang, Jawa Timur, pada 9 November 2005.

Rycko nang sebelumnya menjabat sebagai Kanit Banmin Subden Bantuan Densus 88/Antiteror Bareskrim Polri, lantas mengalami kenaikan posisi menjadi Kapolresta Sukabumi Polwil Bogor Polda Jawa Barat.

Nyaris 2 dasawarsa berlalu sejak peristiwa tersebut, lulusan terbaik Akpol 1988 ini pun dipercaya oleh negara untuk menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Rycko ditunjuk oleh Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo untuk menggantikan Komjen Pol. Boy Rafli Amar nang memasuki masa pensiun. Penunjukan tersebut dikonfirmasi oleh Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Irjen Pol. Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (31/3).

Berikut ini adalah beragam tonggak pencapaian nang ditempuh oleh Rycko Amelza dalam perjalanannya hingga menjadi seorang Kepala BNPT.

Jejak karier

Memperoleh penghargaan Adhi Makayasa sebagai lulusan terbaik Akpol 1988 telah menggambarkan sosok Rycko nang cemerlang sejak tetap menempuh pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol).

Pria kelahiran Bogor, 14 Agustus 1966 ini pun mengemban tugas pertamanya sebagai perwira pertama (pama) Polda Metro Jaya Lulusan Akpol Tahun 1988. Di sela-sela kariernya sebagai personil Polri, Rycko nyatanya tak meninggalkan bumi akademis. Pada tahun 2001, Rycko sukses meraih gelar sebagai lulusan Magister (S2) Ilmu Administrasi di Universitas Indonesia.

Selanjutnya, pada tahun 2002, suami dari Yudaningrum ini mengikuti pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan Lemdiklat Polri (Sespimpol). Rycko pun kembali lulus dengan predikat terbaik untuk penulisan Naskah Strategis.

Tidak berakhir mengasah keahlian akademis pada tingkat S2 dan pendidikan Sespimpol, Rycko pun menempuh pendidikan pada jenjang S3 dan sukses tercatat sebagai lulusan doktor (S3) Kajian Ilmu Kepolisian Universitas Indonesia pada tahun 2008 dengan predikat cum laude.

Dalam situs resmi Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia, nama Rycko Amelza Dahniel terpampang sebagai salah satu dari empat polisi di laman profil alumni.

Jenjang kariernya pun mencerminkan beragam gelar akademis nang tersemat dalam nama Komjen. Pol. Prof. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel, M.Si. ini. Setelah menjadi ajudan Presiden keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada periode kedua pemerintahan SBY, Rycko menjabat sebagai Kepala Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) nang berada di bawah kendali Lembaga Pendidikan Polri (Lemdikpol) pada periode 3 Oktober 2014-5 Oktober 2016.

Ia juga pernah menjabat sebagai Gubernur Akademi Kepolisian (2 Juni 2017-26 April 2019), hingga menjadi Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri dengan masa kedudukan 18 Februari 2021-27 Maret 2023.

Tak hanya mengenai bagian pendidikan dan pelatihan, ayah dari tiga anak ini juga pernah menjadi kapolda sebanyak dua kali, ialah Kapolda Sumatera Utara pada periode 5 Oktober 2016-2 Juni 2017 dan Kapolda Jawa Tengah dengan masa kedudukan 26 April 2019-1 Mei 2020, serta menempati kedudukan sebagai Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri pada periode 1 Mei 2020-18 Februari 2021.

Kini, dia dipercaya menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ke-6 Republik Indonesia.

Pesan untuk Kepala BNPT

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian (Lemkapi) Dr. Edi Hasibuan mengemukakan sosok Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) kudu mempunyai keahlian deradikalisasi mengerti terorisme.

Lebih lanjut, Edi Hasibuan juga mengatakan bahwa sosok Kepala BNPT butuh koordinasi dengan Polri agar bisa saling mendukung dalam menyukseskan program deradikalisasi nang dicanangkan pemerintah.

Ke depannya, Rycko selaku Kepala BNPT juga mempunyai tanggung jawab untuk turut menyukseskan rangkaian ASEAN Summit, hingga Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 nang bakal digelar kurang dari satu tahun lagi.

Selaku Kepala BNPT, Rycko kudu bisa memberikan rasa kondusif kepada masyarakat dengan agunan bahwa Indonesia, dalam beragam agenda besar berskala nasional dan internasional tersebut, bebas dari ancaman teror.

Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close