Trending

Rupiah meningkat di tengah naiknya imbal hasil obligasi AS - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Kenaikan pada imbal hasil obligasi AS bakal menahan penguatan rupiah lebih lanjut.

Jakarta (BERITAJA.COM) - Nilai tukar (kurs) rupiah nang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan ini meningkat di tengah naiknya imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS).

Rupiah pada Jumat ditutup naik 44 poin alias 0,29 persen ke posisi Rp15.345 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.389 per dolar AS.

"Kenaikan pada imbal hasil obligasi AS bakal menahan penguatan rupiah lebih lanjut," kata analis DCFX Futures Lukman Leong saat dihubungi BERITAJA.COM di Jakarta, Jumat.

Berita lain dengan Judul: Rupiah naik seiring pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga

Lukman mengatakan imbal hasil obligasi AS tenor dua tahun di 4,218 persen dan tenor 10 tahun di 3,581 persen.

Ia memperkirakan rupiah berpotensi rebound terbatas. Sentimen pasar berbalik positif setelah ada angan andaikan bank-bank dunia nang bermasalah bakal mendapatkan dukungan.

Pemerintah AS bakal menjamin pengguna Silicon Valley Bank (SVB), sedangkan Credit Suisse Bank di Swiss mendapatkan likuiditas dari bank sentral Swiss alias Swiss National Bank (SNB).

Swiss National Bank berjanji pada Rabu (15/3/2023) untuk mendanai Credit Suisse dengan likuiditas "jika perlu", nang pertama bagi bank dunia sejak krisis finansial lebih dari satu dasawarsa lalu.

Credit Suisse mengatakan pada Kamis bakal meminjam hingga 54 miliar dolar AS dari bank sentral Swiss untuk menopang likuiditas dan kepercayaan penanammodal setelah kemerosotan sahamnya meningkatkan kekhawatiran tentang krisis finansial global.

Berita lain dengan Judul: Dolar jatuh di awal sesi Asia, pengamanan bank angkat selera risiko

Otoritas moneter AS meluncurkan langkah-langkah darurat pada Minggu (12/3/2023) untuk menopang kepercayaan pada sistem perbankan setelah kegagalan Silicon Valley Bank (SVB) menakut-nakuti bakal memicu krisis finansial nang lebih luas.

Regulator mengatakan pengguna bank nang kandas bakal mempunyai akses ke semua simpanan mereka mulai Senin dan menyiapkan akomodasi baru untuk memberi bank akses ke biaya darurat. Bank Sentral AS alias Federal Reserve juga mempermudah bank untuk meminjam darinya dalam keadaan darurat.

Sementara itu langkah-langkah memberikan beberapa support untuk perusahaan Silicon Valley Bank dan pasar dunia pada Senin, kekhawatiran tentang akibat perbankan nang lebih luas tetap ada dan menimbulkan keraguan apakah Fed bakal tetap dengan rencananya untuk kenaikan suku kembang nang agresif.

Rupiah pada pagi hari dibuka menurun ke posisi Rp15.391 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp15.345 per dolar AS hingga Rp15.391 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat menguat ke posisi Rp15.364 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya Rp15.418 per dolar AS.



COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close