Trending

Rektor Unud mangkir dari panggilan Kejati sebagai tersangka korupsi - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

"Hari ini interogator memanggil saksi-saksi sebanyak tujuh orang. Nang terkonfirmasi datang enam orang. Satu orang tersangka INGA. Namun, nang berkepentingan tidak hadir. Sampai saat ini, interogator belum menerima keterangan argumen tidak hadirnya tersangka.

Denpasar (BERITAJA.COM) -

Rektor Universitas Udayana Bali Prof. I Nyoman Gde Antara kembali mangkir dari panggilan interogator Kejaksaan Tinggi Bali mengenai statusnya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi biaya sumbangan pengembangan lembaga (SPI) seleksi penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri.

Hal itu diungkapkan Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Bali Putu Agus Eka Sabana Putra saat ditemui di Denpasar, Bali, Senin.

Eka mengatakan Rektor Universitas Udayana Bali Prof. Gde Antara nang telah ditetapkan sebagai tersangka tidak datang dalam persidangan nang sedianya dijadwalkan berbareng dengan para saksi nang lainnya.

"Hari ini interogator memanggil saksi-saksi sebanyak tujuh orang. Nang terkonfirmasi datang enam orang. Satu orang tersangka INGA. Namun, nang berkepentingan tidak hadir. Sampai saat ini, interogator belum menerima keterangan argumen tidak hadirnya tersangka. Jadi, kami tidak tahu alasannya tidak hadirnya tersangka IGNA," kata Eka.

Eka mengatakan keenam saksi nang berasal dari kalangan mahasiswa dan termasuk juga tiga orang nang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejati Bali dipanggil untuk berkas perkara tersangka Rektor Universitas Udayana Prof. Antara.

Adapun tiga orang tersangka nang dipanggil interogator Kejati Bali hari ini adalah IKB, NPS dan IMY. Ketiganya datang di Kejati Bali didampingi oleh kuasa norma nang telah ditunjuk oleh Universitas Udayana.

"Enam orang itu datang ada mahasiswa, ada pihak dari kampus juga. Saksi nang diperiksa tentunya nang menerangkan kaitannya dengan tersangka ini. Rektor dipanggil sebagai tersangka. Karena berkas pemeriksaan atas nama nang berkepentingan (INGA), tiga orang tersangka sebelumnya datang sebagai saksi dalam berkasnya IGNA," kata Eka.

Menurut keterangan Eka, pemanggilan terhadap Rektor Unud Prof. Antara kali ini adalah pemanggilan pertama dalam berkas perkara sebagai tersangka setelah sebelumnya dipanggil sebagai saksi.

Sementara itu, Juru Bicara Rektorat Universitas Udayana Putu Ayu Asty Senja Pratiwi dalam pesan singkatnya melalui media penyampaian pesan WA mengatakan pihak Unud telah mengirimkan surat kepada Kejati Bali untuk penjadwalan ulang.

"Rektor Unud menghormati proses norma nang berjalan, namun juga tidak dapat mengesampingkan kegunaan pelayanan publik sehingga telah melayangkan permohonan penjadwalan ulang," kata Senja.

Surat tersebut, kata Senja telah diterima melalui tanda terima 31 Maret 2023 oleh pihak Kajati Bali.

Menanggapi perihal tersebut, Kasipenkum Kejati Bali Agus Eka Sabana mengatakan bahwa surat penyampaian nang dilayangkan Rektor Universitas Udayana tidak diterima interogator Pidana Khusus Kejati Bali.

Eka menjelaskan bahwa sesuai peraturan pemerintah, agenda kerja pada masa puasa berhujung pada pukul 15.00 WITA, sementara surat tanda terima surat nang dikirim pihak Unud telah melewati agenda pemeriksaan.

Dengan demikian, kata dia, interogator menganggap Rektor Universitas Udayana Prof. Antara tidak memberikan argumen nang jelas mengenai ketidakhadirannya dari panggilan interogator Kejati Bali.

Eka juga menyatakan saat ini Kejati Bali telah mempersiapkan diri untuk menghadapi gugatan praperadilan nang diajukan oleh Rektor Universitas Udayana di Pengadilan Negeri Denpasar.

"Tentunya jika masalah praperadilan sudah ditunjuk tim untuk menghadapi itu. Di praperadilan kan tim bakal membuktikan bahwa penetapan tersangka tersebut sudah didasari oleh dua perangkat bukti sebagaimana nang diisyaratkan dalam KUHAP," kata Eka.



COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close