Trending

Presiden Turki umumkan perpanjangan kesepakatan ekspor biji-bijian - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Ankara (BERITAJA.COM) - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan bahwa Kesepakatan Biji-bijian Laut Hitam nang masa berlakunya bakal berhujung pada Minggu, diperpanjang hingga 120 hari.

"Sebagai hasil negosiasi kami dengan kedua belah pihak, kami telah memastikan perpanjangan periode perjanjian nang berhujung pada 19 Maret," kata Erdogan dalam sebuah upacara di Provinsi Canakkale, Sabtu (18/3).

Erdogan berterima kasih kepada Rusia, Ukraina, dan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) io Guterres atas upaya mereka untuk sekali lagi memperpanjang masa perjanjian tersebut.

"Perjanjian ini, nang telah memfasilitasi pengapalan 25 juta ton biji-bijian ke pasar bumi dengan lebih dari 800 kapal hingga saat ini, sangat krusial untuk stabilitas pasokan pangan global," tutur Erdogan.

Menteri Infrastruktur Ukraina Oleksandr Kubrakov mengatakan kesepakatan itu diperpanjang selama 120 hari.

"Terima kasih kepada io Guterres, Presiden Erdogan, Menteri (Pertahanan Nasional Turki) Hulusi Akar, dan semua mitra kami lantaran telah berpegang pada perjanjian. Dengan upaya berbareng kami, 25 juta ton biji-bijian Ukraina dikirimkan ke pasar dunia," tulisnya di Twitter.

Juli tahun lalu, Turki, PBB, Rusia, dan Ukraina menandatangani kesepakatan di Istanbul untuk melanjutkan ekspor biji-bijian dari tiga pelabuhan Ukraina nang berada di Laut Hitam.

Ekspor biji-bijian dari pelabuhan tersebut sempat dihentikan sementara setelah perang Rusia-Ukraina meletus pada Februari 2022.

Sementara itu, PBB mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa 25 juta metrik ton biji-bijian dan bahan makanan nang dikirimkan ke 45 negara, telah membantu menurunkan nilai pangan global.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Turki atas support diplomatik dan operasional untuk Inisiatif Biji-bijian Laut Hitam," kata PBB.

"Inisiatif Biji-bijian Laut Hitam, berbareng nota kesepahaman untuk mempromosikan produk makanan dan pupuk Rusia ke pasar dunia, sangat krusial untuk ketahanan pangan global, terutama bagi negara-negara berkembang," kata PBB, menambahkan.

PBB mengatakan tetap berkomitmen kuat pada kedua perjanjian dan mendesak semua pihak untuk melipatgandakan upaya mereka untuk mengimplementasikan sepenuhnya kesepakatan itu.

Namun belakangan, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan kepada instansi buletin TASS bahwa kesepakatan itu telah diperpanjang selama 60 hari.

"Kami--baik Kementerian Luar Negeri Rusia dan perwakilan tetap Rusia untuk PBB--telah berulang kali menyatakan bahwa pihak Rusia telah memberi tahu semua pihak dalam kesepakatan bahwa mereka memperpanjang kesepakatan selama 60 hari. Semua pihak telah diberitahu tentang perihal ini secara lisan dan tertulis melalui catatan khusus,” kata Zakharova.

Sumber: Anadolu

Berita lain dengan Judul: Rusia sebut ekspor pertaniannya terhalang hukuman Barat
Berita lain dengan Judul: PBB: Konsultasi untuk perpanjangan kesepakatan biji-bijian berlanjut

:

COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close