Trending

Polisi tangkap tiga pelajar SMP terduga pembunuh anak SD - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Sukabumi, Jabar (BERITAJA.COM) - Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Sukabumi kurang dari 24 jam menangkap tiga oknum pelajar nan diduga menjadi pelaku pembunuhan pelajar SDN Sirnagalih, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jabar pada Sabtu, (4/3).
 

"Ketiga terduga pelaku penyerangan dan penganiayaan hingga tewas korban berinisial Ra (12) ini kami tangkap saat berlindung di sekitar perkebunan karet di wilayah Kecamatan Palabuhanratu," kata Kapolres Sukabumi AKBP Maruly Pardede di Sukabumi pada Minggu, (5/3).

Menurut Maruly, ketiga anak berhadapan dengan norma (ABH) ini mempunyai peran berbeda, di mana ABH1 berkedudukan membonceng penyelenggara (ABH2) dan ABH3 mempunyai peran menyediakan senjata tajam jenis celurit nan digunakan ABH2 untuk mengeksekusi Ra.

Dari hasil penyidikan, ketiga ABH ini tidak berafiliasi dengan golongan geng motor mana pun, adapun bendera nan dibawa mereka merupakan lambang dari SMP tempat ketiganya menimba ilmu.

Aksi biadab nan dilakukan tersangka dengan menghilangkan nyawa Ra di area Citepus PAM, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu pada Sabtu, (4/3) berasal dari konvoi nan dilakukan tersangka dengan belasan rekannya untuk mencari musuh.

Saat melintas di letak kejadian, mereka memandang korban berbareng rekan-rekannya sedang melangkah kaki untuk pulang ke rumahnya. Tanpa basa-basi ABH2 langsung mengeluarkan celuritnya dan membacokkan ke leher Ra hingga mengalami luka nan ppetunjuk.
 

Usai dibacok, korban sempat meminta tolong sembari melangkah dan memegang lehernya nan terluka ppetunjuk. Hanya beberapa langkah, Ra pun tersungkur ke aspal dalam kondisi tak sadarkan diri.

Warga nan memandang kejadian itu langsung membawa korban ke RSUD Palabuhanratu untuk diberikan pengobatan, namun saya saat tiba di letak Ra dinyatakan sudah meninggal dunia.
 

Sementara, ketiga ABH dan belasan rekannya langsung melarikan diri ke perkebunan karet untuk bersembunyi, namun keberadaan mereka dengan mudah ditemukan polisi setelah meminta keterangan dari sejumlah penduduk dan saksi. Kurang dari 24 jam akhirnya ketiga tersangka sukses ditangkap dan langsung dibawa ke Mapolres Sukabumi.

"Kami tetap mengembangkan kasus ini khususnya kepada ABH3 sebagai penyedia celurit untuk digunakan ABH2 mengeksekusi korban, apakah ABH3 ini sudah beberapa kali menjadi pemasok senjata tajam untuk tawuran antar-sekolah, perihal tersebut nan tetap kita dalami," tambahnya.
 

Maruly mengatakan diduga Ra menjadi korban salah sasaran, lantaran saat kejadian menggunakan seragam pramuka ditambah tubuhnya nan bongsor seperti anak tubuh pelajar SMP.

Ketiga tersangka dijerat dengan pasal 80 ayat 3 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana kurungan penjara selama 15 tahun.

Di sisi lain dia menjelaskan, bahwa penanganan kasus ini serupa dengan tindak pidana lainnya, namun lantaran tersangka merupakan anak di bawah umur, maka penahanan nan dilakukan pihaknya hanya tujuh hari dan bisa diperpanjang delapan hari.

Selain tersangka, polisi juga menyita sejumlah peralatan bukti seperti celurit nan digunakan untuk mengeksekusi korban, busana korban dan tersangka serta bantal guling nan digunakan untuk menyembunyikan celurit. Usai melakukan aksinya, ABH2 sempat mencoba menghilangkan peralatan bukti berupa celurit, namun sukses ditemukan.

Aditia Aulia Rohman

COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close