Trending

Polisi masih lakukan pendalaman kasus Pendeta Gilbert Lumoindong - Beritaja

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
mohon waktu, interogator tetap bekerja

Jakarta (BERITAJA) -

Polda Metro Jaya tetap melakukan pendalaman dalam rangka penyelidikan kasus penistaan kepercayaan yang dilakukan oleh Pendeta Gilbert Lumoindong.

"Dalam rangka penyelidikan, penjelasan terhadap saksi-saksi, kemudian pemberian keterangan, bukti-bukti, dan petunjuk. Jadi minta waktu, interogator tetap bekerja, " kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi saat ditemui di Jakarta, Jumat.

Saat dikonfirmasi soal agenda pemanggilan sejumlah pihak yang terlibat dalam kasus ini, Ade Ary menjelaskan telah mengakibatkankan jadwal.

"Ada, ada jadwalnya. Semua pihak tentunya, mulai dari saksi, pelapor, terlapor, kelak bakal didalami, diklarifikasi dalam proses penyelidikan, " katanya.

"Nanti kami cek agenda pastinya. yang jelas, ini kan ada laporan polisi, berfaedah ada pelapor, kemudian ada saksi juga yang disiapkan oleh pelapor, kemudian ada orang yang dilaporkan, tapi dalam beberapa laporan polisi mungkin ada juga yang terlapor dalam penyelidikan," sambungnya.

Sebelumnya Polda Metro Jaya pada Minggu ini menjadwalkan pemeriksaan terhadap pelapor, terlapor, dan saksi-saksi mengenai kasus dugaan penistaan kepercayaan yang dilakukan Pendeta Gilbert Lumoindong dalam ceramahnya beberapa waktu lalu.

"Minggu ini pemeriksaan pelapor," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (25/4).

Ade Ary menjelaskan dalam kasus ini pemeriksaan bakal dilakukan terhadap terlapor Pendeta Gilbert Lumoindong, sejumlah pelapor ialah Farhat Abbas dan Ketua KPI DKI Jakarta Sapto Wibowo Sutanto, dan  sejumlah saksi.

Lebih lanjut, Ade Ary menyampaikan sampai saat ini kasus tersebut tetap dalam tahap penyelidikan.

"Masih dalam tahap penyelidikan untuk penjelasan saksi-saksi, pengumpulan bukti dan petunjuk," ucapnya.

Pendeta Gilbert dilaporkan Farhat Abbas dengan nomor LP/B/2030/IV/2024/SPKT/Polda Metro Jaya pada 16 April 2024.

Dalam laporan tersebut Farhat menyampaikan dugaan tindak pidana penistaan kepercayaan UU nomor 1 tahun 1946 tentang KUHP sebagaimana dimaksud dalam pasal 156 a KUHP yang bersuara, "Perbuatan yang pada pokoknya berkarakter permusuhan, penyalahgunaan alias penodaan terhadap suatu kepercayaan yang dianut di Indonesia".

Kemudian Ketua KPI DKI Jakarta Sapto Wibowo Sutanto selaku pelapor telah membikin laporan polisi dengan nomor: LP/B/2110/IV/2024/SPKT/Polda Metro Jaya pada 19 April 2024.

Pihaknya juga melaporkan Gilbert dengan pasal 28 ayat 2 jo pasal 45A Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Sementara itu Pendeta Gilbert saat dikonfirmasi mengenai kasus itu sudah menyampaikan permohonan maaf mengenai ceramahnya.

Baca juga: Polisi periksa pihak mengenai kasus Pendeta Gilbert pada Minggu ini
Baca juga: Pendeta Gilbert Lumoindong kembali dilaporkan ke Polda Metro Jaya
Baca juga: Polisi panggil sejumlah saksi dalam kasus Pendeta Gilbert Lumoindong


Editor: Mahfud
Copyright © BERITAJA 2024







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close