Trending

Polisi diminta transparan usut jatuhnya peti kemas berisikan B3 - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Ambon (BERITAJA.COM) - Anggota DPRD Maluku meminta Polda Maluku dan Polres Pulau Buru transparan dalam mengusut jatuhnya peti kemas berisikan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di perairan laut Pulau Buru.

"Apa pun isi peti kemas itu, entah sianida alias B3 nang jatuh dari sebuah kapal pengangkut ke laut telah menyebabkan area perairan sekitar Pelabuhan Namlea tercemar," kata personil DPRD Maluku Michiel Tasaney di Ambon, Senin.

Menurut dia, pencemaran laut itu bisa dibuktikan dengan kematian ratusan ikan secara mendadak di sekitar letak itu.

"Polisi kudu melakukan investigasi dan mengusut bahan kimia rawan tersebut, baik pemilik alias pun pihak nang telah memasok alias mengirimnya," kata personil DPRD Maluku asal wilayah pemilihan Kabupaten Buru dan Kabupaten Buru Selatan tersebut.

Berita lain dengan Judul: KLHK tegaskan impor limbah B3 terlarangan corak kejahatan serius

Berita lain dengan Judul: KLHK gunakan satelit pantau kapal nang terjerat kasus impor limbah

Investigasi perlu dilakukan secara perincian agar masyarakat juga dapat mengetahuinya.

Bila dari hasil penyelidikan cairan tersebut merupakan sianida, maka perihal tersebut berasosiasi dengan aktivitas penambangan emas tanpa izin di area Gunung Botak.

Kalau rupanya perihal itu benar, maka abdi negara keamanan kudu mengambil langkah tegas dengan menutup Gunung Botak secara permanen, mengingat penggunaan bahan kimia di tambang rakyat itu sudah sangat memprihatinkan.

"Tumpahan ini merupakan jalan Tuhan, untuk itu perlu diambil langkah tegas karena jika dibiarkan terus-menerus, maka bakal rawan bagi masyarakat Buru," ucap Michiel.*

Berita lain dengan Judul: KLHK tetapkan bos PNJNT tersangka kasus impor limbah B3 ilegal

Berita lain dengan Judul: KLHK ingatkan perusahaan laporkan pemanfaatan limbah non-B3

Daniel Leonard

COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close