Trends

Polisi bongkar kasus perdagangan orang jaringan internasional - BeritAja

Sedang Trending 11 bulan yang lalu
beritaja.com

Dari 17 calon TKI itu, tiga di antaranya tidak mempunyai arsip kependudukan. Ada satu orang nan tengah mengandung tiga bulan

Surabaya (BERITAJA.COM) - Aparat Kepolisian Resor Lumajang, Polda Jawa Timur membongkar kasus dugaan perdagangan orang jaringan internasional dengan menetapkan pasangan suami istri berinisial HR (39 tahun) dan LJS (47) sebagai tersangka.

"Kasus ini mengenai dengan dugaan pelanggaran perbuatan nan dengan sengaja menempatkan tenaga kerja migran Indonesia ke luar negeri tanpa arsip persyaratan nan lengkap," kata Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Toni Harmanto saat merilis kasus tersebut di Mapolda setempat, Selasa.

Selain HR dan LJS, dalam kasus itu interogator juga menetapkan SR (50), penduduk Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, sebagai tersangka.

Kapolres Lumajang AKBP Boy Jeckson S menjelaskan kasus ini diungkap berasas info dari masyarakat tentang adanya penampungan calon tenaga kerja wanita (TKW) alias Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Desa Sukorejo, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang.

Setelah dilakukan penyelidikan, tim kemudian bergerak ke sebuah rumah di Desa Sukorejo pada Minggu, 5 Maret 2023. Di lokasi, petugas menemukan 17 calon TKW nan ditampung di rumah tersebut. Mereka semua berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Berita lain dengan Judul: Pimpin "Bali Process", Menlu RI ajak berantas perdagangan orang

"Dari 17 calon TKI itu, tiga di antaranya tidak mempunyai arsip kependudukan. Ada satu orang nan tengah mengandung tiga bulan," kata Boy.

Dalam pemeriksaan diketahui, ke-17 calon TKW tersebut sudah berada di tempat penampungan selama sepuluh hari. Mereka menunggu diberangkatkan ke Timur Tengah untuk bekerja secara terlarangan di Arab Saudi, sebagaimana dijanjikan oleh tersangka.

"Setelah melakukan pemeriksaan secara maraton, interogator menetapkan tiga orang sebagai tersangka, ialah HR, LJS, dan SR," ujar Boy.

Dia menambahkan HR kenal dengan SR sejak Mei 2022. Sejak itu keduanya bekerjasama dalam pengiriman calon TKI ke Timur Tengah. Sementara LJS selaku istri dari HR baru ikut berasosiasi sejak Oktober 2022. HR dan SR merekrut korban setelah menerima permintaan dari SR.

Dalam kasus ini, HR dan LJS berkedudukan sebagai sponsor, tugasnya menyediakan biro, mencari calon TKI dan membiayai transportasi korban dari wilayah asal ke tempat penampungan. Dari aktivitas itu, pasangan suami istri tersebut menerima untung antara Rp2 juta hingga Rp5 juta per calon TKI.

Sejak Mei 2022, ujar Boy, tersangka sudah memberangkatkan calon TKI terlarangan sebanyak enam orang. Baru pada rencana pemberangkatan 17 calon TKW itulah digagalkan oleh polisi.

Oleh penyidik, tersangka dijerat dengan UU Perlindungan PMI alias UU Perdagangan Orang. "Kami juga mengembangkan dengan Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang," ucap Boy.

Berita lain dengan Judul: Kemnaker minta Polri usut sindikat perdagangan orang internasional
Berita lain dengan Judul: KPPPA: Korban perdagangan orang kebanyakan wanita dan anak
Berita lain dengan Judul: Bareskrim ungkap jaringan internasional perdagangan orang

Willi Irawan

COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023





Baca Juga:
  • Bahasa Banjar Translate dan Artinya
  • Pantun Bahasa Banjar
  • 10 Tanda Baca dalam Alquran
  • Terkini! Waktu Sholat Banjarmasin
  • Lengkap A-Z, Rekomendasi Nama Nama Bayi Laki Laki Islami dan Artinya
  • Lengkap! A-Z, Nama Nama Bayi Perempuan Islami dan Artinya


  • Kategori:



    Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di



    close