Trending

Polda Metro Jaya Kerahkan 365 Personel Amankan Unjuk Rasa Ojol - Beritaja

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta (BERITAJA) - Polda Metro Jaya mengerahkan sebanyak 365 personel untuk mengamankan tindakan unjuk rasa para pengemudi ojek daring, taksi daring dan kurir daring di Gedung Kementerian Ketenagakerjaan pada Senin.

"Personel yang disiapkan sebanyak 365 personel gabungan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Ade Ary Syam Indradi dalam keterangannya yang diterima, Senin.

Dia juga menyebut pihaknya telahmempersiapkan skenario pengalihan arus lampau lintas di sekitar lokasi. Namun, pemberlakuan tersebut berkarakter situasional.

Ade Ary juga mengimbau kepada peserta unjuk rasa agar tetap berpatokan pada izin sesuai patokan norma yang berlaku.

"Kami menghormati kewenangan masyarakat dalammengutarakan pendapat di muka umum, namun kami juga mengingatkan agar tindakan ini dilakukan dengan tertib, tidak mengganggu ketertiban umum, serta tidak merusak akomodasi publik," ujarnya.

Baca juga: 1.623 personel amankan unjuk rasa di Patung Kuda

Polda Metro Jaya juga menekankan pentingnya menjaga akomodasi umum. Peserta tindakan diminta untuk tidak melakukan perusakan terhadap akomodasi publik maupun properti pribadi.

"Selain itu, kebersihan lingkungan demonstrasi mesti tetap diperhatikan dengan tidak meninggalkan sampah sembarangan setelah tindakan berakhir," katanya.

Di sisi lain, Kepolisian juga mengingatkan para pengguna jalan untuk mengantisipasi kemungkinan kepadatan lampau lintas di sekitar area Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

"Masyarakat disarankan mencari jalur pengganti guna menghindari kemacetan. Petugas lampau lintas bakal dikerahkan untuk membantu mengurai kepadatan kendaraan dan memastikan mobilitas tetap melangkah lancar," kata Ade Ary.

Ade Ary juga mengimbau massa untuk selalu bersikap kooperatif dengan abdi negara keamanan dan mengikuti setiap petunjuk yang diberikan.

Baca juga: Polisi kerahkan ribuan personel untuk amankan unjuk rasa di DKI

Tidak hanya itu, peserta diminta untuk tidak mudah terpancing oleh pihak-pihak yang berupaya memanfaatkan situasi untuk kepentingan tertentu.

"Jika ditemukan adanya indikasi provokasi alias tindakan mencurigakan, peserta tindakan diharapkan segera melaporkannya kepada petugas yang bekerja di lapangan," katanya.

Polda Metro Jaya mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain selama tindakan berlangsung. Jika terjadi keadaan darurat, koordinasi dengan petugas keamanan mesti dilakukan secepat mungkin.

Selain itu, penyampaian aspirasi mesti dilakukan dengan langkah yang jelas dan efektif agar tuntutan dapat diterima dan dipahami oleh pihak terkait.

Sebelumnya beredar pamflet berisikan pamflet berjudul seruan tindakan ojek online (ojol), kurir, taksi online yang bertuliskan tuntutan mereka mengenai menagih janji THR, potongan pendapatan pengemudi dan meminta pihak aplikator menghapus jasa slot dan aceng (argo goceng) alias pemula.


Editor: Dedy
Copyright © BERITAJA 2025








Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di Google News dan Whatsapp Channel!