Trending

Polda Kalsel amankan Humas PT JGA terlibat pembunuhan terkait tambang - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Banjarmasin (BERITAJA.COM) - Tim campuran Polres Banjar berbareng Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalimantan Selatan mengamankan Humas PT Jaya Guna Abadi (JGA) berinisial AB nang terlibat pembunuhan terhadap seorang penduduk mengenai tambang di Desa Mengkauk, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar.

"Jadi si Humas JGA ini memberikan perintah kepada tersangka Y nang pertama kali diamankan dalam kasus ini," kata Kapolda Kalsel Irjen Pol Andi Rian R Djajadi di Banjarmasin, Selasa.

Untuk AB tetap diperiksa mendalam guna diketahui sejauh mana rentang perintah melangkah lantaran polisi tetap membuka kesempatan keterlibatan tokoh intelektual lainnya jika memang mencukupi perangkat buktinya.

Hingga saat ini sudah ada empat tersangka nang diamankan polisi sebagai penyelenggara ialah Y, R, YF dan S.

Kapolda menyebut paling tidak tetap ada lima lagi pelaku dicari nang secara bersama-sama melakukan pembunuhan terhadap korban SB (63) nang mayatnya ditemukan dengan luka senjata tajam dan tembakan senjata api di tengah kebun karet (29/3), termasuk pemilik dan pengguna senjata api untuk menembak korban sudah teridentifikasi.

"Kami mengimbau untuk segera menyerahkan diri secara baik jika tak mau diambil tindakan tegas saat ditangkap," tegas Kapolda didampingi Direktur Reskrimum Polda Kalsel Kombes Pol Hendri Budiman dan Kapolres Banjar AKBP M Ifan Hariyat.

Terkait senjata api nang digunakan, Kapolda memastikan diperoleh dari pabrikan dengan menggunakan peluru tajam pistol kaliber 9 milimeter.

Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) sudah tiba untuk memeriksa perangkat bukti nang ditemukan interogator di letak kejadian sehingga dalam penanganan perkara ini Polda Kalsel betul-betul mengedepankan scientific crime investigation alias investigasi kejahatan nang dilakukan secara ilmiah dengan didukung beragam disiplin ilmu, baik pengetahuan murni maupun pengetahuan terapan.

Penyidik pun menerapkan Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana alias KUHP tentang Pembunuhan Berencana terhadap para tersangka lantaran hasil investigasi ada perencanaan nang dilakukan satu hari sebelum kejadian.

"Ini merupakan tindakan premanisme di dalam bumi pertambangan dan perihal ini tidak boleh terjadi, oleh lantaran itu penegakan norma nang tegas pasti dilakukan oleh Polri," ucap Kapolda.

Ditanya soal motif pembunuhan akibat penutupan jalan hauling alias jalan tambang dipicu adanya sengketa lahan, Kapolda mengakui hasil penyelidikan memang pernah ada permintaan soal tukar rugi dan sebagainya hingga ada kesepakatan di tahun 2013, namun pihak perusahaan tidak pernah menjalankan kesepakatan tersebut.

Firman

COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close