Trending

Petani ikut aturan pemerintah soal penetapan harga gabah dan beras - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Amuntai (BERITAJA.COM) - Petani padi di Kabupaten Hulu Sungai Utara ,(HSU) mengikuti patokan pemerintah nan menetapkan nilai pembelian atas (Ceiling Price) Gabah Kering Panen (GKP) pada tingkat petani hingga tingkat penggilingan.

Salah seorang petani, Ahmad Rusadi di Desa Kamayahan Kecamatan Amuntai Selatan, Selasa, mengaku memahami tujuan penetapan nilai GKP dan beras.

Berita lain dengan Judul: Kementan jaga nilai gabah tidak ambruk saat musim panen

"Kami sebagai masyarakat mau tidak mau ikut patokan pemerintah, apalagi pemerintah juga memberi patokan sama pada pengepul, " ujar Rusadi.

Bersama Kelompok Tani Sungai Tanjung, Rusadi  berharap adanya elastisitas nilai pembelian pemerintah untuk GKP dan beras diharapkan tidak ada lagi pengepul nan bermain harga.
 
Menurut Rusadi, biasanya pengepul nan banyak bermain nilai untuk nilai gabah dan beras sehingga dengan adanya penetapan nilai oleh pemerintah, maka tentu bakal didukung oleh petani.

PPL Pertanian Fadillah menilai  penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) GKP) ditingkat petani sebesar Rp4.550 dan nilai pemisah bawah Rp4.200 per kg berakibat positif.

"Menurut irit kami penetapan nilai ini berakibat positif dan sejauh ini menurut pantauan kami nilai GKP d tingkat petani tetap tinggi dan jauh di atas HET nan d tetapkan pemerintah," kata Fadillah.

Fadillah percaya tidak ada nan tidak setuju dengan penetapan nilai pemisah atas GKP dan beras lantaran untuk kebaikan bersama.

Berita lain dengan Judul: Harga gabah Kalsel September naik 1,13 persen

Fleksibilitas nilai pembelian pemerintah (HPP) diharapkan meningkatkan persediaan beras pemerintah (CBP) di penyimpanan Bulog nan berfaedah untuk menjaga nilai dasar pembelian gabah dan beras, menyalurkan support sosial bagi masyarakat nan terakibat musibah alam maupun krisis pangan serta pengelolaan stok pangan.

Sebagaimana diketahui Badan Urusan Logistik (Bulog) seringkali kesulitan menyerap gabah dari petani lantaran nilai di pasar tetap lebih tinggi

Bulog kudu melakukan penyerapan gabah dan beras untuk mempercepat tambahan persediaan beras pemerintah. Bulog juga diinstruksikan 
 menyerap gabah petani nan anjlok, termasuk nan terakibat banjir.

Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) sejak 27 Februari 2023 telah menetapkan HET gabah dan beras melalui SE No. 47/TS.03.03/K/02/2023.

Harga pembelian atas (Ceiling Price) GKP tingkat petani ditetapkan Rp4.550 per Kg, GKP tingkat penggilingan Rp4.650 per Kg, Gabah Kering Giling (GKG) tingkat penggilingan Rp5.700 per Kg, dan beras medium di penyimpanan Perum Bulog Rp9.000 per Kg.

Sementara nilai pemisah bawah (floor price)  pembelian gabah/beras merujuk kepada HPP nan diatur Permendag No.24 Tahun 2020, ialah GKP tingkat petani Rp4.200 per kg, GKP tingkat penggilingan Rp4.250 per kg, GKG tingkat penggilingan Rp5.250 per kg, dan beras medium di Gudang Perum Bulog Rp8.300 per kg.

Berita lain dengan Judul: Harga gabah Kalsel Agustus turun 1,14 persen







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close