Perum Perhutani raih sertifikat "ecolabel" industri Gum Rosin - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu
beritaja.com

Perhutani telah mengantongi 7 sertifikat ecolabel internasional meliputi 2 sertifikat untuk pengelolaan rimba lestari, 3 sertifikat untuk industri kayu dan 2 sertifikat untuk industri gondorukem dan terpentin

Jakarta (BERITAJA.COM) - Perum Perhutani sukses meraih sertifikat ecolabel industri Gum Rosin pertama di Asia Tenggara sehingga makin memantapkan visi BUMN tersebut.

"Dengan diperolehnya sertifikasi FSC Chain of Custody (FSC CoC) ini semakin memantapkan Visi Perum Perhutani ialah Menjadi Perusahaan Pengelola Hutan Berkelanjutan dan Bermanfaat Bagi Masyarakat,” ujar Direktur Perencanaan & Pengembangan Perum Perhutani Endung Trihartaka dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Dia menambahkan, Perum Perhutani terus meningkatkan peran dalam memastikan produk hasil rimba berkepanjangan melalui penerapan pengelolaan rimba lestari dan pemastian rantai pasok industri berkelanjutan.

Perum Perhutani sukses memperoleh dua sertifikat FSC CoC industri Gum Rosin (gondorukem) dan terpentin untuk Pabrik Gondorukem dan Terpentin (PGT) Sukun dengan nomor sertifikat SA-COC-013667 dan PGT Cimanggu dengan nomor setifikat SA-COC-013666.

Berita lain dengan Judul: Perum Perhutani optimis dapat berkontribusi di era "metaverse"

Sertifikat tersebut diterbitkan pasca Sertifikasi FSC Chain of Custody Industri hasil rimba bukan kayu pada tanggal 19-21 Desember 2022 oleh PT Mutuagung Lestari.

Dengan diterbitkannya sertifikat untuk PGT Sukun dan dan PGT Cimanggu, artinya saat ini Perhutani telah mengantongi 7 sertifikat ecolabel internasional meliputi 2 sertifikat untuk pengelolaan rimba lestari, 3 sertifikat untuk industri kayu dan 2 sertifikat untuk industri gondorukem dan terpentin.

Sebagai penghasil gondorukem terbesar ketiga di dunia, Gondorukem dan terpentin Indonesia nan diproduksi Perhutani telah diekspor ke beragam negara di bumi seperti Jerman, Belgium, Pakistan, Jepang, Uni Emirat Arab, Turkiye dan India sebagai bahan baku untuk industri farmasi, adhesive, kosmetik dan lainnya.

Dengan adanya sertifikat tersebut Perhutani memberikan agunan kepada kustomer bahwa produk nan digunakan merupakan produk industri berkepanjangan dan menerapkan sistem ketertelusuran (Chain of Custody). Dengan kepemilikan sertifikat FSC CoC Industri hasil rimba bukan kayu, Perhutani siap mengekspor 20 juta kg Gum Rosin di tahun 2023.

Selain sebagai komitmen Perhutani dalam mengelola produk hasil rimba berkelanjutan, sertifikasi ecolabel untuk industri hasil rimba bukan kayu juga dilakukan untuk meningkatkan daya saing produk Perhutani sekaligus memberi ruang baru pengembangan pasar untuk produk Gum Rosin bersertifikat.

Sertifikat FSC CoC Industri Hasil Hutan Bukan Kayu nan diperoleh Perhutani merupakan sertifikat ecolabel pertama di Indonesia, sekaligus di Asia Tenggara, sehingga Perhutani menjadi leading industri Gum Rosin nan bersertifikat FSC 100 persen. Ke depan, Perhutani berupaya melakukan sertifikasi untuk industri gondorukem lainnya hingga semua industri gondorukem Perhutani bersertifikat ecolabel 100 persen.

Berita lain dengan Judul: Perhutani Group ekspor industri kayu ke lima benua



COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023





Baca Juga:
  • Bahasa Banjar Translate dan Artinya
  • Pantun Bahasa Banjar
  • 10 Tanda Baca dalam Alquran
  • Terkini! Waktu Sholat Banjarmasin
  • Lengkap A-Z, Rekomendasi Nama Nama Bayi Laki Laki Islami dan Artinya
  • Lengkap! A-Z, Nama Nama Bayi Perempuan Islami dan Artinya


  • Kategori:



    Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
    close