Trending

Pertamina tingkatkan keandalan kilang sesuai standar internasional - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Jakarta (BERITAJA.COM) - PT Pertamina (Persero) saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, Selasa menyampaikan upaya nang telah ditempuh perusahaan untuk meningkatkan keandalan kilang sesuai standar internasional,

Pertamina menyampaikan bahwa sejak kejadian kebakaran Kilang Balongan pada 2021, beragam perbaikan telah dilakukan di seluruh kilang Pertamina.

"Operational availability kilang terus ditingkatkan setiap tahunnya melalui program overhaul, turn around, dan rejuvenation (peremajaan). Peningkatan keandalan kilang termasuk peremajaan material dan peralatan dilaksanakan secara berjenjang berasas risiko," kata Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Taufik Adityawarman dikutip dari keterangan tertulis nang diterima di Jakarta, Selasa.

Dari sisi operational availability, sebagai salah satu parameter untuk monitor kehandalan kilang, Pertamina menggunakan Solomon sebagai benchmark kilang internasional.

Secara konsolidasi pada 2022, hasil benchmark operational availability sesuai standar Solomon pada seluruh kilang Pertamina telah mencapai skor 96 persen alias berada di atas rata-rata global refinery.

Taufik menjelaskan operational availability terus didorong demi meningkatkan produksi kilang.

Lebih lanjut, dia juga memaparkan bahwa KPI telah membikin rencana jangka panjang untuk menjaga dan meningkatkan keandalan kilang hingga 2026 dengan total perkiraan biaya mencapai dua miliar dolar AS.

Sementara, Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati nang juga datang dalam RDP itu menyatakan perbaikan secara berkepanjangan krusial untuk menjaga produksi kilang.

Pasca kejadian Kilang Balongan, Pertamina telah melakukan audit oleh internasional auditor nang menggunakan International Sustainability Rating System (ISRS) Level 9 nang digunakan oleh global practice.

Nicke menjelaskan dari rekomendasi dari hasil audit tersebut, Pertamina telah melakukan beberapa aktivitas prioritas untuk mencegah terjadinya potensi akibat terbesar di kilang.

"Kami bakal terus belajar dari case nang ada, juga dari refinery internasional lainnya. Perbaikan terus dilakukan mengingat usia kilang Pertamina.Operational availability menjadi salah satu keahlian utama kilang lantaran Pertamina mau mengurangi impor," kata Nicke.

Seluruh upaya tersebut dilakukan oleh Pertamina demi menjamin kestabilan produksi kilang nang tentunya bakal mendukung upaya Pertamina dalam menjaga ketahanan daya nasional.



COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close