Trending

Pertamina: Penyaluran Pertalite dan LPG di Sumbar naik saat Idul Fitri - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Padang (BERITAJA.COM) - PT Pertamina Patra Niaga Area Sumbagut menyatakan penyaluran bahan bakar jenis Pertalite dan gas LPG 3 Kilogram di Sumatera Barat mengalami kenaikan saat Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri 1444 Hijriah.

Executive GM PT Pertamina Patra Niaga, Freddy Anwar di Padang, Senin mengatakan penyaluran bahan bakar jenis pertalite naik 29 persen dari 1.809 kilo liter dalam penjualan normal naik menjadi 2.331 kilo liter per harinya.

Kemudian untuk gas LPG 3 Kilogram naik enam persen dari 360 metrik ton menjadi 392 metrik ton per harinya.

Ia mengatakan peningkatan ini dilakukan lantaran kondisi Ramadan tahun ini diprediksi mengalami lonjakan masyarakat nang pulang ke Sumbar cukup tinggi.

Menurut dia tiga perihal nang mempengaruhi lonjakan pemudik ialah dicabutnya status PPKM oleh pemerintah, kedua tidak adanya penyebaran virus pandemi COVID-19.

Ketiga pertumbuhan ekonomi nang bagus sehingga membikin mobilisasi masyarakat saat libur Idul Fitri meningkat pesat.

Ia mengatakan Sumatera Barat sendiri mempunyai Integrated Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Bungus nang tidak hanya melayani Sumbar namun juga sebagian Jambi, Bengkulu dan Riau.

Pertamina dalam mengantisipasi lonjakan kebutuhan BBM telah membentuk Satuan Tugas Ramadan Idul Fitri (Satgas Rafi) nang dibentuk pada 1 April 2023 hingga 2 Mei 2023.

"Dalam masa ini kami siaga untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar masyarakat. Kita Perwira Pertamina tidak boleh mengusulkan libur namun bekerja terus untuk memastikan kesiapan bahan bakar minyak. Biasanya pembentukan Satgas dilakukan 10 hari jelang lebaran dan tahun ini dibuat lebih sigap dari biasanya," kata dia.

Selain Pertalite dan LPG, penyaluran Pertamax Series juga mengalami peningkatan 53 persen dari rata-rata penyaluran normal 299 kilo liter menjadi 459 kilo liter per harinya.

Bahan bakar jenis Dex Series juga mengalami kenaikan 32 persen dari 27 kilo liter per hari di hari normal menjadi 35 kilo liter per harinya.

Sementara untuk bahan bakar jenis bio solar justru mengalami penurunan 18 persen dari 1.305 kilo liter menjadi 1.066 kilo liter per harinya.

"Penurunan ini lantaran mobil pikulan peralatan tidak beraksi saat libur Idul Fitri tersebut dan mereka kembali bakal beraksi pada empat hari setelah Hari Raya Idul Fitri," kata dia.

Sementara Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengucapkan terima kasih sudah jauh-jauh hari mengantisipasi lonjakan penggunaan bahan bakar minyak saat Ramadan dan Idul Fitri.

Menurut dia dari pengalaman nang ada Idul Fitri merupakan momentum perantau pulang kampung dan jumlah pemudik ini diperkirakan lebih banyak dari 2019.

“Ini mereka sudah empat tahun tertahan tidak pulang kampung dan di media sosial ada aktivitas dari seluruh wilayah untuk pulang basamo,” kata dia.

Berita lain dengan Judul: Pertamina memastikan pengedaran BBM di Sumbar tercukupi

Berita lain dengan Judul: Pertamina dukung Polda Sumbar tindak penyelewengan BBM subsidi

Mario Sofia Nasution

COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close