Trending

Perdana Menteri Jepang desak China untuk membebaskan seorang pekerja - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Tokyo (BERITAJA.COM) - Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida, mengatakan pada Senin bahwa pemerintah bakal terus mendesak Beijing untuk membebaskan seorang staf Astellas Pharma nang ditahan di China, seiring memuncaknya kekhawatiran mengenai suasana upaya di negeri Tirai Bambu.

Pemerintahan juga sudah membikin permohonan untuk kunjungan konsuler dengan staf nang ditahan tersebut, serta bakal menyalurkan support kepadanya, termasuk untuk keluarganya, kata PM Kishida dalam sebuah pertemuan dengan komite anggaran Dewan Penasihat Jepang.

Fumio memberikan pernyataan setelah kunjungan nang dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Jepang Yoshimasa Hayashi ke menteri luar negeri China pada Minggu waktu setempat, dan meminta China untuk segera membebaskan laki-laki paruh baya nang ditahan  itu.

Menurut menteri luar negeri Jepang, Tokyo belum mendapatkan penjelasan apapun dari Beijing mengenai penahanan itu.

Karena tidak ada kejelasan atas penahanan itu, kalangan upaya di Jepang menjadi tegang dan khawatir, kata seorang ekspat Jepang di China nang menolak disebutkan namanya.

"Ada emosi resah nang menghantui... Semua khawatir  bahwa mereka bisa ditangkap kapan saja," kata sumber tersebut kepada Reuters. Dia menjelaskan perasaannya dan rekan-rekan sesama ekspat nang berkecamuk.

Beijing merespon permintaan Menlu Hayashi dengan mengatakan bahwa mereka bakal 'menangani kasus ini sesuai norma nang berlaku'.

"Sampai kita tahu gimana dan kenapa orang ini ditahan, ada kemungkinan bahwa otoritas di sana bisa bilang bahwa perihal apapun nang biasa kita lakukan sehari-hari rupanya ilegal," ujar ekspat tersebut menambahkan.

Beberapa tahun terakhir ini, perusahaan Jepang di China kesulitan menavigasi perpindahan data, termasuk info produksi dari pabrik-pabriknya sendiri, info dari perbatasan atas dalih norma keamanan nasional, nang mengatakan bahwa legalitas transfer info tersebut berkarakter abu-abu.

Dikutip dari Nikkei, staf Astella itu sudah bekerja di China lebih dari 20 tahun lamanya. Dia disebut sebagai pelaksana di Astellas oleh surat kabar Yomiuri.

Astellas mengkonfirmasi berita penahanan salah satu stafnya ke Reuters, tetapi tidak memberikan keterangan lebih lanjut.

Sumber: Reuters
Berita lain dengan Judul: China-Jepang sepakati pembangunan saluran komunikasi pertahanan
Berita lain dengan Judul: Menlu Jepang pertimbangkan kunjungi China akhir pekan ini
Berita lain dengan Judul: Jepang minta China bebaskan warganya nang dituduh melanggar hukum

 

: Mecca Yumna

COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close