Trending

Perancang Peraturan Perundang-undangan Kemenkumham Kalsel kupas tuntas metode ROCCIPI - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Banjarmasin (BERITAJA.COM) - Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Kalimantan Selatan menggelar aktivitas pembinaan Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) Perancang Peraturan Perundang-undangan.

Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kadiyankumham) Ngatirah nang berhadir langsung pada kesempatan ini menggandeng Akademisi Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Dr. Hj. Erlina, sebagai pemateri untuk menambah wawasan dan pengetahuan para JFT Perancang Peraturan Perundang-undangan Kanwil Kemenkumham Kalsel.

Berita lain dengan Judul: Kemenkumham Kalsel sebut PT SDE pekerjakan 729 TKA

Ngatirah menyampaikan bahwa melalui pembinaan ini dapat menambah wawasan serta pengetahuan JFT Perancang Peraturan Perundang-undangan Kanwil Kemenkumham Kalsel untuk semakin ahli dalam melaksanakan tugas untuk memberikan fasilitasi dalam pembentukan produk norma nang berkualitas.

“Hari ini para JFT Perancang mulai dari Ahli Pertama, Muda dan Madya mengikuti aktivitas ini dengan penuh seksama. Menghadirkan akademisi dari Universitas Lambung Mangkurat pada kesempatan ini dibahas secara mendetail sebuah metode ialah ROCCIPI nang merupakan bagian dari metodologi pemecahan masalah guna menghasilkan perancangan peraturan perundangan nang berkualitas,” ucap Ngatirah, Senin (3/4).

Kegiatan pembinaan Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) Perancang Peraturan Perundang-undangan. (BERITAJA.COM/Firman)

Dr. Hj. Erlina memaparkan bahwa pengidentifikasian masalah dengan menggunakan metode ROCCIPI ini biasanya digunakan jika dalam penyusunan peraturan perundang-undangan, akar masalah nang dihadapi belum sepenuhnya tergambar, sehingga diperlukan kajian dan riset nang lebih mendalam untuk menentukan akar masalah tersebut.

Berita lain dengan Judul: Kemenkumham buka jasa kekayaan intelektual di Politeknik Negeri Tanah Laut

“Adapun 4 langkah dalam metodologi pemecahan masalah ialah mengidentifikasi persoalan sosial alias perilaku bermasalah nang ada, kemudian menemukan penjelasan alias penyebab dari persoalan tersebut menggunakan ROCCIPI alias ‘Rules Opportunity Capacity Communication Interest Process Ideology’ itu tadi nang kemudian pada langkah ketiga dapat disusun solusi atas persoalan tersebut dan pada tahap nang keempat dilakukan pemantauan dan pertimbangan dalam pelaksanaannya,” terang Dr. Hj. Erlina.

Pada giat pembinaan JFT Perancang Peraturan Perundang-undangan ini juga berjalan obrolan dan tanya jawab membahas tuntas metode ROCCIPI dalam mendukung proses penyusunan peraturan perundangan dimana pertanyaan dari para peserta sangat erat dengan pengalaman nang sehari-hari dilakukan dalam proses pembentukan produk hukum, khususnya di Kalimantan Selatan.

Berita lain dengan Judul: Lapas Narkotika Karang Intan tindak tegas penduduk bimbingan simpan sajam rakitan







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close