Trending

Pengamat: Teror KKB hambat pembangunan kesejahteraan warga Papua - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Jakarta (BERITAJA.COM) - Kepala Program Studi Kajian Terorisme Universitas Indonesia Muhammad Syauqillah menilai rentetan tindakan teror oleh golongan pidana bersenjata bakal terus menghalang pembangunan kesejahteraan masyarakat di Papua.

"Padahal kita perlu memandang gimana masa depan pembangunan Papua seperti apa kedepannya. Kalau misalkan terus-menerus ada bentrok seperti ini, ya tentunya Papua mengalami halangan dalam membangun," kata Syauqillah di Jakarta, Sabtu.

Syauqillah mengatakan kondisi tersebut kian menambah urgensi penanganan masalah KKB, terutama di tengah gencarnya pembangunan prasarana oleh pemerintah demi kesejahteraan Papua.

Dia melanjutkan tindakan terror nang dilancarkan oleh KKB tidak sejalan dengan kerangka pembangunan Papua nang sejatinya diperuntukkan masyarakat Papua itu sendiri.

Artinya, ketika pembangunan macet, secara jangka panjang bakal berakibat pada kesejahteraan masyarakat Papua. Misalkan, akses jalan dari satu wilayah ke wilayah nang lain.

"Setidaknya masyarakat Papua itu, dengan tindakan kekerasan nang terjadi di Papua, nang terkena akibat tentunya adalah masyarakat Papua, rakyat Papua alias siapapun nang ada di Papua itu bakal terkena akibatnya, terutama akibat negatif," ujarnya.

Dia pun meminta pemerintah menyiapkan strategi dan pendekatan-pendekatan, baik soft maupun hard approach, untuk penuntasan masalah KKB.

Lebih lanjut, dia mengatakan penyelesaian masalah KKB Papua hendaknya dimulai dengan memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dan menyamakan persepsi melalui dialog.

Persoalannya adalah gimana komitmen para pemangku kepentingan nang ada di Papua untuk betul-betul menjaga Papua tetap tenteram dan bisa menjadi wilayah berkembang.

"Diperlukan komitmen semua pihak untuk melaksanakannya, jika misalkan komitmen itu hanya satu pihak itu tidak bakal jalan. Artinya perdamaian alias perbincangan itu hanya dibangun oleh satu saja tidak bakal bisa berjalan," kata Syauqillah.

Akan tetapi, nang paling krusial masalah KKB sejatinya bisa diselesaikan dengan kerangka pendekatan Pancasila nang menjadi ideologi bangsa.

"Kita punya ideologi Pancasila nang tertuang dalam sila ke-4, ialah Kerakyatan nang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Tentunya ini nang menjadi simbolitas kita semua, dan juga perlu juga lihat sila nang lain ialah sila ke-3, Persatuan Indonesia. Tentunya kudu juga mencerminkan posisi keadilan bagi masyarakat Papua,” pungkasnya.

Akibat serangan KKB sejak 2017 hingga 2023, tercatat telah jatuh korban tewas lebih dari 34 orang penduduk sipil dan 12 orang abdi negara keamanan.

Hal itu jelas merupakan kejahatan kemanusiaan nang tidak bisa dibenarkan atas nama apa pun. Terlebih nang menjadi objek pembantaian kebanyakan adalah penduduk sipil, nang dalam norma perang (law humaniter) sekali pun, terlarang untuk diserang dan diperangi.



COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close