Trending

Pengacara Wamenkumham minta Bareskrim tetapkan Sugeng jadi tersangka - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Tuduhan Sugeng Teguh bahwa aspri Wamenkumham menerima sejumlah duit adalah lumrah, karena dalam kasus itu posisi aspri Wamenkumham adalah sebagai seorang advokat

Jakarta (BERITAJA.COM) - Pengacara Wakil Menteri Hukum dan HAM Edward Omar Sharif Hiariej, Firman Tendry Masengi, meminta Bareskrim Polri segera menetapkan Ketua Indonesia Police Watch Sugeng Teguh sebagai tersangka.

“Faktanya, duit Rp7 miliar nang diterima Yosi Andika Mulyadi merupakan fee jasa norma Yosi sebagai advokat. Makanya kami mendesak agar Bareskrim Polri segera menetapkan Rekan Sugeng Teguh sebagai tersangka dan menangkapnya," ujar Tendry dalam keterangan nang diterima di Jakarta, Selasa.

Sebagai seorang advokat, tutur Tendry melanjutkan, Sugeng Teguh semestinya mengerti dan mempunyai pengetahuan menyangkut hukum.

"Tuduhan Sugeng Teguh bahwa aspri Wamenkumham menerima sejumlah duit adalah lumrah, karena dalam kasus itu posisi aspri Wamenkumham adalah sebagai seorang advokat, jadi tidak ada hubungannya dengan Wamen," kata Tendry.

Sebelumnya, kuasa norma Wamenkumham Eddy Omar Sharif Hiariej lainnya, Ricky Sitohang, menegaskan bahwa kliennya sama sekali tidak mengenai dengan laporan dugaan gratifikasi sebesar Rp7 miliar nang dilayangkan oleh Sugeng Teguh .

Ricky menjelaskan bahwa perkaranya berasal ketika kawan lama Eddy nang berjulukan Anita menghubungi kliennya.

Berita lain dengan Judul: Wamenkumham penjelasan tudingan gratifikasi Rp7 miliar

Saat itu, Anita membahas persoalan norma nang melibatkan Helmut Hermawan dan PT Citra Lampia Mandiri (CLM) dan meminta Eddy Hiariej menjadi konsultan hukum.

"Dengan jelas dan tegas, Profesor Eddy menolak. Beliau menyampaikan bahwa 'saya tidak bisa masuk dalam domain itu lantaran saya adalah penyelenggara negara'," kata Ricky.

Anita kemudian meminta untuk dikenalkan pada pengacara Wamenkumham lantas memperkenalkan Anita kepada Yosi Andika Mulyadi. Dalam kesempatan itu, Eddy juga mengatakan dirinya hanya sebatas memperkenalkan dan tidak lebih dari itu.

"Saya punya banyak teman, boleh-boleh saja, tapi itu terserah kalian, mau dipakai, mau tidak, itu urusan kalian. Tidak ada relevansinya kepada saya," kata Ricky mengutip perkataan Eddy Hiariej.

Berita lain dengan Judul: Bareskrim sebut Wamenkuham salah satu saksi nang bakal dipanggil

Yosi Andika Mulyadi adalah kawan dari Yogi Ari Rukmana, aspri Wamenkumham Eddy. Yosi kemudian diperkenalkan kepada Anita dan Helmut. Setelah berbincang ketiganya merasa cocok untuk melanjutkan kerja sama.

"Nah, pada saat mereka ada kecocokan, Prof Eddy menjelaskan, 'Setelah ini, ya silakan saja kalian berdiskusi'. Jadi ini di luar domain daripada Profesor Eddy," kata Ricky.

Sebelumnya pada Selasa (14/3), Ketua IPW Sugeng Teguh (STS) melaporkan Yogi Ari Rukmana dan Yosie Andika Mulyadi, selaku asisten pribadi Eddy Hiariej, ke KPK.

Sugeng melaporkan keduanya atas dugaan penerimaan gratifikasi senilai Rp7 miliar mengenai konsultasi dan support pengesahan badan norma sebuah perusahaan.

Selanjutnya, Rabu(15/3), Yogi Arie Rukmana melaporkan Sugeng ke Bareskrim Polri atas dugaan pencemaran nama baik. Yogi juga meluruskan bahwa Yosi Andika Mulyadi, nang disebut sebagai salah satu asisten pribadi Edward Omar, sesungguhnya bukan merupakan asisten pribadi.

Berita lain dengan Judul: Dittipidsiber Polri proses laporan aspri wamenkumham soal ketua IPW
Berita lain dengan Judul: Wamenkumham sebut laporan IPW tendensius dan mengpetunjuk ke fitnah



COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close