Trending

Peneliti: Pansel KPK harus berani tolak calon bermasalah hukum-etika - Beritaja

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
Pansel mesti berani menolak calon yang punya masalah norma maupun etika

Jakarta (BERITAJA) - Peneliti Pusat Studi Anti Korupsi (Saksi) Universitas Mulawarman Herdiansyah Hamzah mengatakan Panitia Seleksi Calon Pimpinan dan Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menentukan pemimpin lembaga antirasuah periode 2024-2029 mesti berani menolak calon yang mempunyai masalah norma dan etika.

"Pansel mesti berani menolak calon yang punya masalah norma maupun etika," kata Castro, sapaan karibnya, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu.

Menurut dia, Pansel Capim KPK mesti menelusuri dengan teliti rekam jejak calon pemimpin KPK guna memastikan bersih dari perkara norma terutama kasus korupsi, termasuk kejahatan seksual.

"Publik tidak mau pengalaman jelek terpilihnya Firli (Firli Bahuri, red) terulang kembali," ucapnya.

Dia juga menilai calon pemimpin KPK mesti merupakan sosok yang berintegritas.

"Dia mesti terbukti teguh dengan prinsip, independen, serta teruji dalam pembelaan kasus-kasus korupsi," ujarnya.

Selain itu, kata dia, Pansel Capim KPK mesti memperhatikan aspek genealogi politik. Dia menilai calon pemimpin KPK mesti bersih dari relasi politik yang dapat merusak independensi-nya.

"Hal ini yang membikin KPK rawan intervensi dan pada akhirnya condong jadi perangkat penggebuk," tuturnya.

Baca juga: Mantan ketua KPK: Pilih capim yang bekerja dengan tulus

Baca juga: KPK sampaikan profil calon ketua ideal ke Pansel Capim

Baca juga: Pansel KPK serap aspirasi media massa untuk seleksi capim dan dewas

Dia menambahkan Pansel Capim KPK seyogianya dapat pula memotong siklus periode ketua KPK yang buruk.

Menurut dia, komisioner KPK yang prestasinya jelek dan tersandung banyak masalah tak layak dipertahankan untuk kembali memimpin KPK pada periode berikutnya.

Pengumuman pendaftaran peserta Capim KPK telah dimuat melalui laman setneg.go.id dan kpk.go.id. Sedangkan pendaftaran calon ketua dan majelis pengawas KPK periode 2024-2029 dibuka mulai 26 Juni hingga 15 Juli 2024 secara daring melalui laman apel.setneg.go.id.

Sebelumnya, Kamis (30/5), Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno mengumumkan sembilan nama personil Pansel Capim dan Dewas KPK, yang bakal dipimpin oleh Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Yusuf Ateh.

Kemudian, Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria ditetapkan sebagai Wakil Ketua sekaligus personil Pansel KPK. Adapun tujuh personil lainnya, ialah Ivan Yustiavandana, Nawal Nely, Ahmad Erani Yustika, Y. Ambeg Paramarta, Elwi Danil, Rezki Sri Wibowo, dan Taufik Rachman.


Editor: Mahfud
Copyright © BERITAJA 2024







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
↑
close