Trending

Pemulihan pascabencana, Kepri kirim tim asesmen dampak longsor Natuna - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Informasi dan info nang dikumpulkan tim asesmen sebagai dasar dalam mengambil kebijakan pemulihan Serasan pasca-bencana

Tanjungpinang (BERITAJA.COM) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) mengirim tim asesmen untuk menganalisis akibat tanah longsor di Pulau Serasan, Kabupaten Natuna.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepri Muhammad Hasbi di Tanjungpinang, Jumat, mengatakan, tim asesmen Kepri bakal bersinergi dengan tim asesmen dari beragam kementerian mengenai untuk mempercepat proses pengumpulan info nang dijadikan sebagai referensi dalam memberikan bantuan.

"Informasi dan info nang dikumpulkan tim asesmen sebagai dasar dalam mengambil kebijakan pemulihan Serasan pasca-bencana," ujarnya.

Pemulihan kondisi pasca-bencana seperti perbaikan alias pembangunan baru prasarana pelayanan publik, jalan, listrik, jaringan telekomunikasi, dan sarana air bersih. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga mengalokasikan anggaran untuk pembangunan 100 unit rumah nang terakibat bencana.

Berita lain dengan Judul: PLN upayakan aliran listrik di letak longsor Natuna segera normal

Berdasarkan info Pemkab Natuna, kata dia, sejauh ini rumah nang hancur akibat tanah longsor sekitar 30 unit . Namun rumah nang rusak ringan dan rusak berat sekitar 100 unit.

Pembangunan rumah layak unit ini memerlukan waktu cukup lama sehingga korban kudu sabar menunggu. "Selama masa tunggu, para korban tinggal di tempat pengungsian nang disiapkan pemerintah," ucapnya.

Menurut dia, sekitar 2.200 orang bukan seluruhnya korban nang terakibat langsung musibah tersebut. Sebagian besar penduduk nang mengungsi merupakan penduduk nang cemas terjadi tanah longsor susulan di tempat tinggal mereka.

Untuk membangun kembali semangat dan kepercayaan warga, kata dia, maka para mahir pengetahuan bumi bakal menyampaikan kondisi Serasan nang sudah normal kepada warga.

Berita lain dengan Judul: Akses jalan di Pulau Serasan mulai terbuka pasca-longsor

"Ada perihal serius lainnya nang menjadi bagian tidak terpisahkan dalam proses pemulihan kondisi musibah ialah mengobati rasa trauma warga. Ini perlu dilakukan segera untuk keberlangsungan hidup mereka agar terbebas dari rasa takut dan dapat beraktivitas secara normal," tuturnya.

Jumlah orang nang dilaporkan lenyap dalam musibah tanah longsor di Serasan sebanyak 54 orang, dan 50 orang di antaranya sudah ditemukan. Sementara satu dari 50 orang nang ditemukan petugas campuran tersebut belum teridentifikasi.

"Pemerintah memperpanjang kembali masa pencarian korban hingga 18 Maret 2023, sedangkan masa tanggap darurat hingga 31 Maret 2023," ujarnya.

Berita lain dengan Judul: BPBD: Logistik bagi pengungsi longsor Serasan cukup hingga 55 hari
Berita lain dengan Judul: Hujan turun tanpa henti, satu kampung tertimbun longsor di Natuna

Nikolas Panama

COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close