Trending

Pemkot imbau masyarakat tidak beri gepeng - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Banjarmasin (BERITAJA.COM) - Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin Kalimantan Selatan mengimbau masyarakat agar jangan memberi  gelandang dan peminta-minta (Gepeng) seperti anak jalanan dan jenis masalah sosial kemasyarakatan.

Sosialisasi Perda 12/2014 sebagai perubahan Perda Nomor 3 Tahun 2010 Kota Banjarmasin itu oleh personil DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) H Suripno Sumas asal wilayah pemilihan kota berjuluk "seribu sungai" tersebut.

Menurut Kepala Satpol PP Kota Banjarmasin tersebut, Gepeng dan Tuna Sosila alias penjaja seks komersial (PSK) salah satu corak gangguan ketertiban umum (Tibum) nang menjadi keluhan banyak penduduk masyarakat.

"Hal lain nang perlu menjadi perhatian berbareng ketika hasil penertiban Satpol PP diserahkan ke 'rumah singgah' dua-tiga hari keluar dan mereka kembali beroperasi," tambah A Muhazin didampingi Sekretaris Komisi I Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Kalsel Suripno Sumas.

Pada kesempatan tersebut dia menunjukkan bahwa sesuai Perda 12/2014 bagi pemberi Gepeng bisa dikenakan hukuman berupa denda Rp100.000 (kalau tertangkap tangan).

Sekretaris Komisi I Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) H Suripno Sumas sosialisasikan Perda Kota Banjarmasin Nomor 12 Tahun 2014 tenggara Gelandangan dan Pengemis di Banjarmasin, Selasa (4/4/23) (BERITAJA.COM/Syamsuddin Hasan)

Sementara Suripno Sumas - wakil rakyat asal wilayah pemilihan (Dapil) Kalsel I/Kota Banjarmasin mengharapkan alias melakukan imbauan nang sama guna Tibum bersama.

Menurut personil DPRD Kalsel dua periode itu, persoalan Gepeng ibaratkan "lingkaran setan" nang memerlukan keberanian lebih serius dalam penangan seperti koordinasi lintas sektoral kudu semakin mantap.

Selain itu, sudah saat penerapan hukuman terhadap Perda 12/2014 Kota Banjarmasin guna mengurangi masalah Gepeng, saran alumnus Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin tersebut.







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close