Trending

Pemerintah disarankan beri insentif konversi kendaraan listrik - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Jakarta (BERITAJA.COM) - Guru Besar Bidang Transportasi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono, MT., IPU. ASEAN.Eng menyarankan pemerintah agar memberikan insentif bagi bengkel maupun masyarakat nan bakal melakukan konversi kendaraan dari model konvensional ke kendaraan listrik.

"Program pemerintah dalam memberikan insentif ini saya setuju, tapi, konversi ke kendaraan listrik juga kudu diberi insentif," kata Agus kepada Antara di Jakarta, Selasa.

Agus memberikan penghargaan dan mendukung langkah pemerintah nan bakal memberikan insentif bagi pembelian kendaraan listrik.

Menurut dia, upaya serius pemerintah dalam memperluas penggunaan kendaraan berbasis baterai merupakan salah satu langkah untuk mengurangi emisi di sektor transportasi serta melakukan penghematan di sektor energi.

Hal itu sejalan dengan upaya mengurangi akibat perubahan iklim, pemanasan global, sekaligus mencapai Net Zero Emission (NZE), nol emisi karbon, pada tahun 2060 alias lebih cepat.

Berita lain dengan Judul: Menperin: Bantuan kendaraan listrik diberikan melalui produsen

Meskipun demikian, Agus, nan juga menjabat sebagai Ketua Majelis Profesi dan Etik Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), mendorong agar pemerintah memprioritaskan insentif konversi kendaraan listrik daripada insentif pembelian kendaraan baru.

Menurut Agus, populasi kendaraan bermotor nan kebanyakan tetap menggunakan bahan bakar minyak tersebut perlu mendapatkan perhatian serius melalui konversi agar kehadiran kendaraan listrik baru tidak hanya menambahkan kemacetan di jalan.

"Konversi didahulukan, sembari melangkah diperbanyak mobil baru dan sepeda motor listrik baru silakan," kata Agus.

Berdasarkan info Korlantas Polri, jumlah populasi kendaraan bermotor di Indonesia nan aktif sampai periode 9 Februari 2023 mencapai 153.400.392 unit. Angka tersebut mencakup 147.153.603 unit kendaraan pribadi, ialah 127.976.339 unit sepeda motor (87 persen) dan 19.177.264 unit mobil pribadi.

Sisanya merupakan pikulan peralatan dan orang, ialah 5,7 juta unit mobil besar, 213.788 unit bus, dan 85.113 unit kendaraan unik alias ransus.

Penggunaan kendaraan listrik juga perlu difokuskan pada penyediaan transportasi massal berbasis listrik, seperti bus alias kereta listrik. Selain itu, menurut Agus, pemerintah perlu memastikan pengembangan jaringan jalan nan memadai dan layak kegunaan sehingga tujuan menghadirkan smart transportation, transportasi cerdas, dapat tercapai.

"Kemudian masyarakat juga diimbau untuk naik kendaraan umum berbasis listrik lantaran nyaman dan tidak ada polusi. Semuanya beranjak ke sana (transportasi publik)," kata Agus.

Berita lain dengan Judul: Menperin: Bantuan pembelian kendaraan listrik jadi stimulus investasi

Berita lain dengan Judul: Insentif EV kudu diberikan secara tepat sasaran

Berita lain dengan Judul: Presiden Jokowi: Pemerintah prioritaskan beri insentif motor listrik


Natisha Andarningtyas
Copyright © BERITAJA.COM 2023







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close