Trending

Pembudidaya kakap putih Bandarlampung dapat pendampingan akses ke bank - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Bandarlampung (BERITAJA.COM) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung memberikan pendampingan kepada  pembudidaya ikan kakap putih di wilayah itu, agar  bisa mendapatkan akses permodalan dari perbankan. 

"Saat ini kami sedang dalam pendampingan agar pembudidaya mendapatkan akses modal ke Bank Lampung, sehingga dapat meningkatkan usahanya," kata Koordinator Penyuluh Perikanan Kota Bandarlampung, Samsun Aribama, di Bandarlampung, Rabu.

Dia mengatakan pendampingan nan dilakukan oleh pemkot berbareng penyuluh perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai dari pembuatan analisa upaya pemenuhan persyaratan, hingga survei lapangan oleh bank.

"Kemudian juga menguatkan kelembagaan pelaku utama perikanan dengan membentuk golongan pembudidaya ikan agar ada pembelajaran informal, mulai dari manajemen dan pembekalan teknis kepada mereka," kata dia.

Dia mengatakan saat ini di Bandarlampung terdapat lima pembudidaya ikan kakap putih nan menggunakan keramba jaring apung (KJA)  menghasilkan rata-rata 270 kilogram ikan kakap putih sekali panen.

"Rata-rata dalam satu KJA pembudidaya mempunyai sembilan kolam budidaya ikan kakap putih. Dimana pembudidaya sekali sebar bibit sebanyak 1.000 ekor. Diharapkan jika mereka bisa mendapatkan akses permodalan para pembudidya dapat meningkatkan produksinya," kata dia.

Dia pun terus mendorong masyarakat untuk ikut melakukan budidaya ikan kakap putih ini sehingga kesiapan terjamin, karena komoditas ikan ini mempunyai potensi nan besar di pasaran.

"Untuk tujuan pasar ikan kakap putih ini memang lebih banyak memenuhi permintaan lokal tapi ada juga nan di ekspor melalui pengepul. Untuk nilai ada di kisaran Rp40-50 ribu per kilogram untuk kondisi meninggal dan Rp80-90 ribu jika ikan dalam keadaan hidup," ujarnya.

Bama pun mengatakan bahwa hambatan nan dihadapi oleh pembudidaya ialah mahalnya nilai pakan pabrikan, sehingga dalam pengelolaan pakan pabrikan di atur pada tiga bulan awal.

"Sedangkan dalam 4-8 bulan pembudidaya memberikan pakan menggunakan ikan segar hasil tangkapan nan harganya murah (ikan rucah). Tapi kesiapan ikan ini pun menjadi hambatan lantaran berjuntai pada hasil sampingan nelayan dalam melakukan penangkapan ikan," kata dia.

Oleh lantaran itu, pemkot setempat dan KKP menawarkan solusi kepada para pembudidaya untuk membikin skema apung untuk menangkap ikan untuk pakan kakap putih.

"Sehingga dengan demikian kebutuhan pakan kakap putih terhadap ikan rucah bisa dipenuhi sendiri, jikalau kurang tidak banyak memenuhinya," kata dia.


Guido Merung
COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close