Trending

Paripurna DPR setujui tiga calon hakim agung MA - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Semoga dapat menjalankan tugas dengan penuh integritas dan amanah

Jakarta (BERITAJA.COM) - Rapat Paripurna DPR RI ke-20 Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2022-2023 di Jakarta, Selasa, memberikan persetujuan terhadap hasil uji kepantasan dan kepatutan tiga calon pengadil agung pada Mahkamah Agung (MA) Tahun 2022/2023.

Ketiganya adalah Lucas Prakoso sebagai calon pengadil agung bilik perdata, Imron Rosyadi sebagai calon pengadil agung bilik agama, serta Lulik Tri Cahyaningrum sebagai calon pengadil agung bilik tata upaya negara.

"Apakah laporan Komisi III DPR RI atas hasil uji kepantasan terhadap calon pengadil agung dan calon pengadil ad hoc HAM pada Mahkamah Agung tahun 2022/2023 tersebut dapat disetujui?" tanya Ketua DPR RI Puan Maharani kepada seluruh personil majelis peserta rapat paripurna.

Pertanyaan itu dijawab setuju oleh seluruh personil dan perwakilan fraksi nang datang dalam Rapat Paripurna DPR RI tersebut. Puan lantas mengucapkan selamat kepada tiga calon pengadil agung MA terpilih itu dan mempersilakan ketiganya untuk berdiri memperkenalkan mereka.

"Semoga dapat menjalankan tugas dengan penuh integritas dan amanah," tambah Puan.

Berita lain dengan Judul: Ketua MA sampaikan permohonan maaf mengenai kasus korupsi

Dalam laporannya di awal rapat, Wakil Ketua Komisi III Pangeran Khairul Saleh mengatakan uji kepatutan dan kepantasan (fit and proper test) calon pengadil MA itu telah dilakukan pada tanggal 27-28 Maret lampau terhadap sembilan calon pengadil agung dan calon pengadil ad hoc HAM MA tahun 2022-2023.

Selanjutnya, Komisi III DPR RI melaksanakan rapat pleno secara tertutup untuk mendengarkan pandangan fraksi-fraksi dalam rangka memberi persetujuan terhadap enam calon pengadil agung dan tiga calon pengadil ad hoc HAM nang telah menyelesaikan uji kepatutan dan kepantasan itu.

Pangeran mengatakan Komisi III DPR RI menyadari dan memahami bahwa kecakapan, kemampuan, integritas, wawasan kebangsaan, dan moral calon pengadil agung dan hakim ad hoc HAM Mahkamah Agung merupakan prasyarat penting.

"Atas dasar kriteria itu, Komisi III DPR RI dengan mengedepankan prinsip musyawpetunjuk untuk mufakat dan berasas pendapat dan pandangan dari sembilan fraksi menyetujui tiga calon pengadil agung," kata Pangeran.

Berita lain dengan Judul: Pakar: Hakim kudu bisa merohanikan hukum

Sebelumnya, Selasa (28/3), Komisi III DPR RI menyetujui tiga calon pengadil agung MA tahun 2022-2023 dalam rapat pleno nang berjalan secara tertutup di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa petang (3/4).

"Ada tiga nang kami pilih; itu Pak Lucas (Lucas Prakoso), Lulik (Lulik Tri Cahyaningrum), dan pengadil kepercayaan Imron (Imron Rosyadi)," kata Ketua Komisi III DPR Bambang Wuryanto usai memimpin rapat pleno.

Bambang menyebut pengadil ad hoc HAM tidak ada nang mendapat persetujuan dari Komisi III DPR berasas hasil uji kepatutan dan kelayakan.

Enam calon pengadil agung MA nang mengikuti uji kepatutan dan kepantasan oleh Komisi III DPR RI itu ialah Annas Mustaqim (Hakim Tinggi Badan Pengawasan MA), Imron Rosyadi (Ketua Pengadilan Tinggi Agama Samarinda), dan Sukri Sulumin (Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Samarinda).

Selanjutnya, Lulik Tri Cahyaningrum (Direktur Jenderal Badan Peradilan Militer dan Tata Usaha Negara MA), Lucas Prakoso (Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Umum MA), dan Triyono Martanto (Wakil Ketua II Pengadilan Pajak).

Tiga calon pengadil ad hoc HAM MA nang mengikuti uji kepatutan dan kepantasan oleh Komisi III DPR RI adalah M. Fatan Riyadhi (mantan pengadil ad hoc Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pengadilan Negeri Banda Aceh), Heppy Wajongkere (pengacara pada Firma Hukum Heppy Wojongkere & Partners), dan Harnoto (anggota Polri).

Berita lain dengan Judul: KY minta DPR terima usulan calon pengadil agung dan pengadil tipikor MA



COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close