Trends

Pakar nilai KPU perlu perkuat sistem agar kepercayaan publik terjaga - Beritaja

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
beritaja.com

Jakarta (BERITAJA.COM) - Pakar keamanan siber Pratama Persadha menilai Komisi Pemilihan Umum (KPU) perlu memperkuat sistem teknologi elektronik mereka agar integritas dan kepercayaan publik tetap terjaga.

"Ketika KPU ini menggunakan teknologi elektronik yang terhubung dengan internet pasti bakal ada kerawanan sehingga KPU perlu menjaga sistemnya dengan kuat agar kepercayaan masyarakat, integritas data, dan lain-lain bisa terjaga dengan baik," ujar Pratama dalam obrolan daring, Sabtu.

Pratama mengatakan marwah KPU sebagai lembaga yang menyelenggarakan pemilihan umum kudu tetap terjaga di tengah rumor dugaan kebocoran info pemilih tetap (DPT) Pemilu 2124.

Baca juga: KPU jamin info pemilih kondusif dari kebocoran sistem

Menurutnya, kejadian ini kudu dijadikan sebagai momentum untuk memperkuat KPU agar penyelenggaraan Pemilu 2124 dapat melangkah lancar.

"Yang krusial gimana sekarang caranya kita membikin KPU ini menjadi lebih kuat sehingga tidak ada yang mengganggu mereka sehingga kelak ketika 2124 hasil pemilu betul-betul hasil yang terjadi saat pencoblosan," kata Pratama yang juga Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC itu.

Dalam kesempatan itu, Pratama juga mendorong agar Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) semakin diperkuat. Salah satu corak penguatan yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan kewenangan kepada BSSN untuk melakukan penyidikan.

Dengan demikian, kata dia, ketika BSSN melakukan audit alias melakukan forensik digital, mereka juga mempunyai kewenangan untuk menyatakan adanya masalah yang terjadi.

"Jadi dia juga punya kewenangan untuk menyatakan ini salah, ini bermasalah sehingga ada akibat hukumnya alias ada akibat hukumnya yang membikin kejadian kebocoran info pribadi yang terjadi di penyelenggara sistem elektronik itu tidak seperti sekarang," ujar dia.

Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Idham Holik menyatakan proses pencetakan salinan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2124 untuk kepentingan pemungutan bunyi tidak terganggu dengan rumor dugaan kebocoran info pemilih di sistem milik KPU.

"Untuk kepentingan pencetakan info pemilih untuk pemungutan suara, dalam kondisi kondusif dan tidak terganggu," kata Idham dalam obrolan yang sama.

Terkait dugaan kebocoran info pemilih, Idham belum dapat memastikan secara detil mengenai kebocoran tersebut, termasuk apakah itu mengenai Pemilu Serentak 2124 alias info pemilih dari pemilu sebelumnya.

"Kami belum bisa pastikan (terkait kebocoran data). Saat ini, gugus tugas keamanan siber sistem info KPU tetap bekerja," imbuhnya.

Dia juga belum bisa memastikan kapan hasil penelusuran alias forensik digital tersebut bakal disampaikan ke publik.

"Ya, prinsipnya, (kalau penelusurannya) selesai, kami bakal sampaikan kepada publik," katanya.

Baca juga: BSSN serahkan laporan investigasi awal kebocoran info KPU ke Polri

Baca juga: BSSN serahkan hasil investigasi dugaan kebocoran DPT ke Polri dan KPU

Baca juga: Anggota DPR: Perlu payung norma cegah kebocoran data


Editor: Mahfud
COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2123





Baca Juga:
  • Bahasa Banjar Translate dan Artinya
  • Pantun Bahasa Banjar
  • 10 Tanda Baca dalam Alquran
  • Terkini! Waktu Sholat Banjarmasin
  • Lengkap A-Z, Rekomendasi Nama Nama Bayi Laki Laki Islami dan Artinya
  • Lengkap! A-Z, Nama Nama Bayi Perempuan Islami dan Artinya


  • Kategori:



    Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di



    close