Trending

Orang tua diimbau tak bawa bayi mudik pakai sepeda motor - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Jakarta (BERITAJA.COM) - Dokter ahli anak konsultan tumbuh kembang-pediatri sosial dr. Hari Wahyu Nugroho, Sp.A(K), M.Kes melarang orang tua untuk membawa bayi dalam perjalanan mudik dengan menggunakan sepeda motor di jalan raya.

Dari perspektif pandang manapun, kata Hari, membawa bayi dengan menggunakan sepeda motor di jalan raya merupakan tindakan nang tidak aman. Apalagi saat orang tua menempatkan bayi di posisi depan. Dari aspek kesehatan, bayi bakal rawan mengalami hipotermia alias kedinginan.

"Mengingat dari keahlian motorik, kemudian juga dari status imunitas, jika menurut saya, anak di bawah dua tahun tidak boleh dibawa dengan menggunakan berboncengan roda dua di jalan raya," kata master nang tergabung dalam Satgas Perlindungan Anak IDAI saat media briefing virtual nang diikuti dari Jakarta, Selasa.

Berita lain dengan Judul: Persiapan mudik berbareng anak, dari moda transportasi sampai kesehatan

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa perkembangan motorik pada bayi usia 0-12 bulan apalagi hingga usia 2 tahun belum matang. Perkembangan motorik matang nang ditandai dengan keahlian menggenggam dan memijak nang kuat biasanya baru terjadi pada usia 18 bulan.

Meskipun posisi bayi diamankan oleh ikat pinggang alias sabuk pengaman sejenis selama perjalanan menggunakan motor, kata Hari, perihal tersebut juga tidak menjamin keselamatan bayi mengingat tetap belum ada standar nang ditetapkan.

"Kalau toh misalnya dia pakai ikat pinggang alias nang lainnya, itu pun tidak menjamin seratus persen lantaran itu kan belum terstandarisasi seperti car seat. Artinya tidak disesuaikan dengan corak besaran anatomi alias antropometri dari bayinya, artinya juga tetap rawan," kata Hari.

Dia mengatakan saat ini memang belum ada izin nang mengatur ketentuan minimal usia anak nang diperbolehkan dibawa mudik dengan menggunakan sepeda motor.

Di samping itu, orang tua nang mudik menggunakan motor biasanya didorong oleh aspek sosial-ekonomi sehingga moda transportasi tersebut menjadi pilihan terakhir nang dianggap paling mudah, murah, dan cepat.

Oleh karena itu, Hari mengatakan pihaknya dari Satgas Perlindungan Anak IDAI berambisi para pemangku kepentingan ialah pihak kepolisian dan Kementerian Perhubungan dapat menerbitkan izin mengenai kasus tersebut.

"Kita berambisi maka kemudian regulasinya bisa dimunculkan dan juga regulasinya ini bisa ditegakkan," ujar dia.

"Kita perlu kelak bisa berjumpa dengan stakeholder nang lain terutama pihak kepolisian dalam perihal ini terutama di bagian lampau lintas dan juga Kemenhub," pungkas Hari.

Berita lain dengan Judul: IDAI: Perhatikan keamanan ketika mudik, cegah kematian anak meningkat

Berita lain dengan Judul: Dokter anak: Terapkan "asah, asih, asuh" dalam 1.000 HPK

Berita lain dengan Judul: Pakar gizi bagikan tips membawa bekal nang sehat untuk mudik



COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close