Trending

Optimalisasi kinerja APBN mendukung pembangunan ekonomi daerah - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Ini membuktikan peran APBN di wilayah dapat memberikan kontribusi penting.....

Padang (BERITAJA.COM) -

Pengoptimalan keahlian APBN selama Februari 2023 memberikan andil besar terhadap pembangunan ekonomi Sumatera Barat dan memberikan pengaruh domino bagi performa ekonomi regional dengan capaian inflasi 0,13 persen alias turun 70,45 persen dari Januari 2023.

"Ini membuktikan peran APBN di wilayah dapat memberikan kontribusi krusial dalam mengupayakan keseimbangan esensial perekonomian nang ada," kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Syukriah HG, di Padang, Sabtu.

Ia mengatakan pengelolaan fiskal sampai akhir Februari 2023 di regional Sumbar semakin menunjukkan keahlian nang optimal. Perbaikan pengelolaan penerimaan pajak mendorong pertumbuhan positif pendapatan negara hingga Februari 2023.

Realisasi pendapatan negara di Sumbar tercatat mencapai Rp968,81 miliar alias tumbuh 4,79 persen (yoy). Kinerja pendapatan ini didukung oleh aktivitas ekonomi masyarakat nang terus membaik nang diiringi dengan kenaikan pembayaran pajak dalam negeri.

Dari sisi penerimaan APBN, realisasi komponen pendapatan terdiri dari penerimaan perpajakan nang mencapai Rp805,67 miliar (12,05 persen dari target) turun 5,34 persen (yoy).

Pada sisi lain, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp163,14 miliar (12,38 persen dari target), tumbuh 122,43 persen. Tren keahlian positif sisi penerimaan APBN ini mengawali percepatan penerimaan dalam negeri, khususnya di regional Sumbar.

Ia mengatakan berasas klasterisasi komponen APBN, penerimaan perpajakan berasal dari penerimaan pajak dalam negeri dan penerimaan perpajakan perdagangan internasional (Bea dan Cukai).

Realisasi penerimaan pajak dalam negeri tercatat sebesar Rp696,92 miliar alias telah mencapai 12,29 persen terhadap sasaran pada APBN 2023.

Realisasi pajak dalam negeri tersebut meningkat 117,38 persen (yoy) nang didorong oleh meningkatnya setoran PPh Pasal 25 Badan serta setoran PBB Perkebunan dan Minerba.

Sementara itu, golongan pajak lainnya nang merupakan bagian dari pajak dalam negeri mengalami penurunan sebesar minus 4,35 persen, karena rendahnya pedoman penerimaan tahun sebelumnya nang mendorong restitusi nang cukup besar.

Realisasi penerimaan komponen perpajakan dari kepabeanan dan cukai hingga akhir Februari 2023 sebesar Rp108,75 miliar alias 10,70 persen dari sasaran tahun 2023 dan terkontraksi sebesar 79,50 persen (yoy).

Secara nominal, penerimaan BC terdiri dari Penerimaan Bea Masuk (BM) sebesar Rp5,82 miliar (63,06 persen dari target), tumbuh 126,93 persen (yoy), dan Penerimaan Bea Keluar (BK) mencapai Rp102,93 miliar (10,21 persen dari target), turun 80,51 persen (yoy).

Peningkatan bea masuk dari penerimaan perdagangan internasional tersebut didukung oleh adanya impor beras dalam tonase nang cukup besar.

Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sampai dengan akhir Februari 2023 mencapai Rp96,29 miliar (25,51 persen dari target), tumbuh 31,28 persen.

Kenaikan realisasi PNBP pada Februari 2023 tersebut merupakan akibat atas imbauan Kanwil DJPb Sumbar kepada satker BLU untuk segera melakukan pengesahan pendapatan ke KPPN paling sedikit satu kali dalam setiap triwulan guna mengoptimalisasi penerimaan PNBP dari satker BLU. 

Miko Elfisha
Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close