Operasi Pasang Pen Tulang Patah, Apakah Perlu Di Cabut Setelah Pulih? - Beritaja
Jakarta (BERITAJA) - Saat mengalami patah tulang, operasi pemasangan pen sering dianjurkan oleh master ortopedi untuk membantu penyembuhan. Pen ini berfaedah untuk menstabilkan tulang agar mampumenyatu kembali dengan sempurna dan posisi yang tepat.
Dalam bumi medis, patah tulang dikenal sebagai fraktur, perihal ini dapat terjadi akibat beragam faktor. Salah satu penyebab paling umum adalah trauma alias tumbukan keras, seperti terjadi kecelakaan lampau lintas, terjatuh, alias cedera saat berolahraga.
Untuk patah tulang yang tergolong ringan, master biasanya merekomendasikan penggunaan gips alias sling guna menjaga posisi tulang agar tetap stabil selama proses penyembuhan.
Namun, pada kasus patah tulang yang lebih ppetunjuk, seperti terjadi pergeseran alias patah di beberapa bagian, diperlukan tindakan medis yang lebih lanjut, salah satunya dengan pemasangan pen pada tulang.
Bagi pasien yang melakukan pemasangan pen, apakah pen tersebut mesti dicabut setelah tulang sudah pulih? Jika perlu, kapan waktu yang tepat?
Melansir dari laman hellosehat, menurut dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes, Akp, kebanyakan kasus jika tulang sudah pulih, tindakan pencabutan pen tidak perlu dilakukan.
Hal ini disebabkan pen dibuat untuk berada di dalam tubuh secara permanen, tanpa menimbulkan masalah. Saat tulang sudah menyatu kembali, pen hanya barang asing di dalam tubuh.
Baca juga: Felix Stray Kids alami patah tulang usai terlibat kecelakaan mobil
Namun, pencabutan pen pada tulang dapat dilakukan jika terjadi beberapa kondisi, ialah sebagai berikut:
- Menimbulkan rasa sakit alias ketidaknyamanan di sekitar letak pemasangan pen.
- Ada kemungkinan area sekitar pemasangan pen mengalami infeksi, sehingga perlu dilakukan pencabutan untuk menghindari komplikasi lebih lanjut.
- Beberapa orang mempunyai reaksi alergi alias sensitif terhadap bahan logam tertentu, yang menyebabkan peradangan alias iritasi di area sekitar pen.
- Jika pen menghalangi pergerakan sendi alias menimbulkan keterbatasan aktivitas, master mungkin menyarankan pencabutan.
- Bagi pasien anak-anak yang tetap dalam masa pertumbuhan, pen mampumenghalang perkembangan tulang sehingga perlu dicabut setelah tulang betul-betul sembuh.
Pencabutan pen pada tulang perlu dilakukan operasi kembali, ialah operasi lepas pen alias removal of metalwork.
Operasi pelepasan pen merupakan tindakan bedah yang bermaksud untuk mengeluarkan perangkat penyangga tulang yang sebelumnya dipasang di dalam tubuh. Selain pen, terdapat perangkat lain yang dipergunakan untuk membantu proses penyatuan tulang, seperti pelat, batang, sekrup, kabel, alias komponen lainnya
Agar dapat mendukung proses pembentukan tulang selama pengobatan cedera, pen dibuat dari bahan logam, seperti stainless steel alias titanium, bahan perangkat yang unik untuk medis.
Keputusan untuk tindakan mencabut pen mesti berasas hasil konsultasi berbareng dokter, yang biasanya diawali dengan pemeriksaan rontgen untuk memastikan kondisi tulang dan pen.
Baca juga: Acil Bimbo alami patah tulang dan dilarikan ke rumah sakit
Prosedur pencabutan pen pada tulang
Sebelum melakukan operasi pencabutan pen, pasien bakal dianjurkan untuk tidak makan dan minum selama minimal 8 jam. Selanjutnya, berikut gambaran prosedur pencabutan pen yang bakal dilakukan.
- Pasien bakal dibius dengan anestesi lokal alias umum, tergantung letak pemasangan dan ukuran pen.
- Dokter mengakibatkan sayatan mini di area jejak operasi sebelumnya.
- Pen dilepaskan secara hati-hati tanpa merusak jaringan di sekitarnya. Namun, jika terjadi infeksi, master bakal mengangkat jaringan jangkitan tersebut.
- Jahitan dilakukan kembali dan pasien bakal menjalani pemulihan selama beberapa minggu.
Setelah melakukan operasi pelepasan pen, memungkinkan terjadi beberapa risiko, seperti rasa nyeri, infeksi, alias kegunaan tulang melemah.
Oleh lantaran itu, pasien perlu berhati-hati dalam beraktivitas pasca pencabutan pen, menerapkan style hidup sehat, konsumsi obat, dan mengikuti saran master untuk pemulihan optimal.
Baca juga: Kekurangan vitamin D pengaruhi pemulihan patah tulang pada anak
Baca juga: Gelandang Juve Teun Koopmeiners menderita cedera patah tulang rusuk
Editor: Hany
Copyright © BERITAJA 2025
you are at the end of the news article with the title:
"Operasi Pasang Pen Tulang Patah, Apakah Perlu Di Cabut Setelah Pulih? - Beritaja"
Editor’s Note: If you’re looking for emergency gear, warm clothing, or household essentials to stay prepared, check out the wide range of options available on Amazon.
*This link uses the Amazon SiteStripe affiliate program. We may earn a small commission at no extra cost to you.
Subscribe to Beritaja Weekly
Join our readers and get the latest news every Monday — free in your inbox.