OJK menyiapkan mekanisme dan peraturan terkait bursa karbon - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu
beritaja.com

Peraturan maupun mekanismenya lagi disiapkan. Jadi disiapkan bursanya.

Jakarta (BERITAJA.COM) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan tetap mempersiapkan sistem dan peraturan, termasuk menunggu ketentuan pengenaan pajak mengenai bursa karbon.

"Peraturan maupun mekanismenya lagi disiapkan. Jadi disiapkan bursanya," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.

Mahendra memastikan bursa karbon bakal dilakukan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Salah satu nan sedang disiapkan adalah peraturan perdagangan karbon di BEI.

Dia juga menjelaskan pengoperasian bursa karbon bakal dilakukan saat peraturan dan sistem pajak karbon sudah diterbitkan Kementerian Keuangan.

Menurutnya, patokan mengenai bursa karbon dan pajak karbon bakal menjadi satu kesatuan.

"Kalau bursa karbon mau jalan tahun ini, pajak karbon kudu jalan tahun ini juga," kata Mahendra.

Bursa karbon diatur dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan alias PPSK.

Secara rinci, UU PPSK menyatakan perdagangan karbon melalui bursa karbon dilakukan dengan tiga cara, ialah pengembangan prasarana perdagangan karbon, pengaturan pemanfaatan penerimaan negara dari perdagangan karbon, maupun manajemen transaksi karbon.

Secara terpisah, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan Pemerintah sedang mencari formulasi nan tepat agar perdagangan karbon bisa dilakukan di bursa.

"Di Bursa OJK berasas UU P2SK," kata Bahlil.

Dalam menyiapkan prasarana perdagangan karbon melalui bursa karbon, pemerintah juga merujuk pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2022 tentang Tata Laksana Penerapan Nilai Ekonomi Karbon.

Indonesia disebut mempunyai potensi pasar karbon nan besar. Dengan rimba tropis terbesar ketiga di bumi seluas 125 juta hektare, Indonesia mempunyai potensi besar memimpin pasar karbon nan diperkirakan bisa menyerap 25 miliar ton karbon.

Perdagangan karbon menjadi salah satu langkah untuk mengontrol emisi karbon di suatu negara. Pemerintah Indonesia mencanangkan sasaran dalam Nationally Determined Contribution (NDC) 2030 sekaligus net zero emmision (NZE) alias nol emisi pada 2060.

Dalam arsip NDC itu, Indonesia menargetkan pengurangan emisi sebesar 31,89 persen dengan upaya sendiri, dan sebesar 43,20 persen support internasional pada 2030 nanti.
Berita lain dengan Judul: OJK siapkan prasarana perdagangan karbon melalui bursa karbon
Berita lain dengan Judul: Erick Thohir puji kerja sama perdagangan karbon antara IDSurvey - BEI

Indra Arief Pribadi
Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023





Baca Juga:
  • Bahasa Banjar Translate dan Artinya
  • Pantun Bahasa Banjar
  • 10 Tanda Baca dalam Alquran
  • Terkini! Waktu Sholat Banjarmasin
  • Lengkap A-Z, Rekomendasi Nama Nama Bayi Laki Laki Islami dan Artinya
  • Lengkap! A-Z, Nama Nama Bayi Perempuan Islami dan Artinya


  • Kategori:



    Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
    close