Trending

OJK lakukan pengawasan khusus terhadap 11 perusahaan asuransi - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Saat ini perusahaan asuransi bermasalah itu terdapat 11 perusahaan nang sekarang bermasalah, jadi pengawasan secara unik dilakukan terhadap perusahaan yg berada dalam kategori tidak normal itu

Jakarta (BERITAJA.COM) - Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ogi Prastomiyono mengatakan terdapat 11 perusahaan asuransi nang diawasi secara khusus.

“Saat ini perusahaan asuransi bermasalah itu terdapat 11 perusahaan nang sekarang bermasalah, jadi pengawasan secara unik dilakukan terhadap perusahaan yg berada dalam kategori tidak normal itu,” katanya dalam konvensi pers daring nang dipantau di Jakarta, Senin.

Ia tidak menyebut identitas 11 perusahaan tersebut, tetapi 6 perusahaan disebut merupakan perusahaan asuransi jiwa, 3 perusahaan asuransi umum, 1 perusahaan reasuransi, dan 1 perusahaan asuransi dalam likuidasi.

Berita lain dengan Judul: OJK: Pendapatan premi asuransi komersial tumbuh 9,88% di Februari 2023

Jumlah perusahaan asuransi nang diawasi saat ini menurun dibandingkan jumlah perusahaan asuransi nang diawasi pada 2022 ialah sebanyak 13 perusahaan asuransi lantaran 2 perusahaan asuransi sudah memperbaiki keahlian finansial sehingga pengawasannya kembali ke pengawasan normal.

Ogi menjelaskan pengawasan OJK terhadap perusahaan asuransi terdiri dari pengawasan normal, pengawasan insentif, dan pengawasan khusus, dimana pengawasan unik diberlakukan untuk perusahaan asuransi nang mengalami masalah keuangan.

Adapun keahlian perusahaan asuransi dipandang tetap positif dengan pendapatan premi asuransi komersial tumbuh 9,88 persen secara tahunan menjadi Rp54,11 triliun.

Pendapatan premi asuransi komersial pada Februari 2023 tumbuh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Januari nang sebesar 5,22 persen secara tahunan.

"Lonjakan didorong oleh premi asuransi umum dan reasuransi nang tumbuh nang meningkat 27,56 persen secara tahunan di Februari 2023 dan mencapai Rp23,79 triliun," kata Ogi.

Pengumpulan premi asuransi jiwa juga mengalami perbaikan dengan kontraksi nang menurun menjadi 0,90 persen secara tahunan alias senilai Rp30,33 triliun pada Februari 2023, dari sebelumnya terkontraksi 5,25 persen di Januari.

Berita lain dengan Judul: IFG: Industri asuransi dalam negeri menjanjikan dan terus bertumbuh



COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close