Trending

OJK Kalbar prioritaskan disabilitas tingkatkan literasi keuangannya - Beritaja

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Penyandang disabilitas ditetapkan sebagai salah satu golongan sasaran prioritas upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan....

Pontianak (BERITAJA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Barat (Kalbar) memprioritaskan penyandang disabilitas menjadi satu di antara golongan untuk ditingkatkan literasi dan inklusi keuangannya, sehingga beragam langkah dilakukan.

"Penyandang disabilitas ditetapkan sebagai salah satu golongan sasaran prioritas upaya peningkatan literasi dan inklusi finansial di Indonesia termasuk di Kalbar. Hal itu sejalan dengan izin norma berupa Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) yang telah diperbaharui melalui Peraturan Presiden Nomor 114 Tahun 2020," ujar Kepala OJK Kalbar Maulana Yasin, di Pontianak, Kamis.

Ia menjelaskan upaya alias langkah nyata dalam meningkatkan literasi dan inklusi finansial penyandang disabilitas tersebut melalui program training berjudul parapreneur dan parafluencer Kalbar.

"Kegiatan itu sukses digelar dan diikuti sekitar 100 penyandang disabilitas yang berasal dari 14 kabupaten dan kota di Kalbar," kata dia lagi.

Menurutnya, dalam penyelenggaraan program training dimulai dengan literasi keuangan, berupa pengenalan OJK dan sektor jasa keuangan, program inklusi akses permodalan, pembiayaan, tabungan, dan agunan sosial ketenagakerjaan, serta kampanye tentang waspada aktivitas finansial terlarangan seperti investasi bodong dan pinjol ilegal.

"Untuk inklusi keuangan, seluruh peserta dibukakan tabungan oleh Bank Kalbar, dan untuk peserta yang berumur 17 tahun ke atas seluruhnya telah didaftarkan pada program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian di BPJS Ketenagakerjaan," kata dia lagi.

Terkait dalam perihal sisi akses jasa finansial berangkaian penyandang disabilitas, berasas info Bappenas Republik Indonesia 2022, jumlah penyandang disabilitas dengan skala sedang hingga berat di Indonesia tercatat sebanyak 4,3 juta jiwa.

Dari hasil survei yang dilakukan kepada responden disabilitas, baru 22,01 persen penyandang disabilitas yang mempunyai rekening di lembaga keuangan, artinya terdapat 77,99 persen penyandang disabilitas yang tidak mempunyai rekening di lembaga keuangan.

"Berdasarkan testimoni beberapa kawan disabilitas kepada kami, menyatakan perihal ini dikarenakan tetap rendahnya tingkat literasi terhadap ragam dan produk jasa keuangan, dan tetap sulitnya menemukan lembaga jasa finansial yang mempunyai produk dan jasa yang inklusif dan ramah terhadap disabilitas. Untuk itu lah tugas kita berbareng meningkatkan literasi dan inklusi finansial di Kalbar," kata dia pula.
Baca juga: OJK: Perbankan mesti bantu akses jasa finansial bagi disabilitas
Baca juga: OJK: Para difabel dapat menjadi pahlawan ekonomi Nusantara

Dedi
Editor: Mahfud
Copyright © BERITAJA 2024







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close