Trending

OJK catat premi asuransi kredit capai Rp9,93 triliun hingga Mei 2024 - Beritaja

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Terkait dengan penguatan asuransi kredit, OJK telah mengeluarkan Peraturan OJK (POJK) Nomor 20 Tahun 2023 yang mulai bertindak efektif sejak Desember 2023

Jakarta (BERITAJA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat premi asuransi angsuran sampai dengan Mei 2024 sebesar Rp9,93 triliun alias naik 20,94 persen.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan bahwa peningkatan premi itu sejalan dengan perbaikan penetapan tarif premi asuransi angsuran sebagai upaya penguatan dan penyehatan asuransi kredit.

“Terkait dengan penguatan asuransi kredit, OJK telah mengeluarkan Peraturan OJK (POJK) Nomor 20 Tahun 2023 yang mulai bertindak efektif sejak Desember 2023,” kata Ogi di Jakarta, Kamis.

Ogi menjelaskan bahwa patokan tersebut intinya hal-hal yang berangkaian dengan upaya perbaikan tata kelola serta proses upaya penyelenggaraan lini upaya asuransi kredit, salah satunya mengenai dengan risk sharing antara bank dan perusahaan asuransi, penurunan biaya akuisisi dan penegasan area pertanggungan yang dapat di-cover oleh perusahaan asuransi umum dan perusahaan asuransi jiwa.

“Dampak dari penguatan tata kelola ini justru diharapkan dapat meningkatkan pengelolaan akibat yang lebih prudent pada kedua belah pihak sehingga memberikan kerja sama upaya yang saling menguntungkan antara perusahaan asuransi dan mitra bank,” kata Ogi.

Secara lebih rinci, beberapa langkah yang dilakukan oleh OJK untuk mendukung penguatan asuransi kredit, termasuk mendorong penyesuaian T/C dan tarif premi sesuai dengan profil akibat yang dipertanggungkan atas dasar kerja sama upaya yang saling menguntungkan tentunya sesuai dengan koridor yang diatur dalam POJK 20/2023.

Selain itu, OJK mendorong pengembangan sistem info host to host sehingga memudahkan rekonsiliasi dan monitoring atas info pertanggungan asuransi angsuran serta melakukan pertimbangan secara periodik mengenai dengan keahlian asuransi angsuran dengan meminta perusahaan asuransi menyampaikan keahlian asuransi angsuran kepada OJK.

OJK juga memantau dan mendorong perusahaan asuransi segera melakukan penyesuaian produk asuransi angsuran sesuai POJK 20/2023. Penyesuaian produk asuransi angsuran tersebut, jelas Ogi, selanjutnya dapat diterapkan pada perubahan perjanjian kerja sama antara perusahaan asuransi dengan lembaga penyedia angsuran (perbankan, pembiayaan dan fintech P2P).

Ogi menyampaikan, sinergi dan kerjasama terus dilakukan oleh OJK khususnya dalam kaitannya dengan adanya ketentuan mengenai penerapan risk sharing antara perusahaan asuransi dengan lembaga penyedia kredit.

“Penerapan risk sharing tersebut diharapkan dapat mendukung pertumbuhan serta stabilitas finansial secara efektif khususnya bagi industri perasuransian dan perbankan,” ujar Ogi.

Selain itu, OJK juga telah mendorong perusahaan reasuransi agar mempunyai database pertanggungan/portofolio yang sama (mirroring) dengan perusahaan asuransi. Hal tersebut, menurut Ogi, agar perusahaan reasuransi dapat melakukan pricing yang lebih optimal serta mempunyai pemahaman profil akibat yang sama atas objek asuransi yang ditanggung.

Baca juga: OJK: Asuransi tradisional mendominasi 73,08 persen total premi
Baca juga: OJK menerapkan reformasi industri asuransi dan biaya pensiun 
Baca juga: OJK: Total aset asuransi per Mei 2024 capai Rp1.120,57 triliun
Baca juga: OJK lanjutkan upaya norma terhadap pemilik Kresna Group


Editor: Mahfud
Copyright © BERITAJA 2024







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
↑
close