Trending

OJK: Asuransi tradisional mendominasi 73,08 persen total premi - Beritaja

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
OJK berambisi asuransi tradisional dapat tumbuh signifikan untuk mendorong penetrasi akibat bagi sebanyak mungkin Masyarakat Indonesia

Jakarta (BERITAJA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan asuransi tradisional tetap mendominasi komposisi premi asuransi jiwa ialah sebesar Rp53,72 triliun alias 73,08 persen dari total premi asuransi jiwa yang sebesar Rp73,51 triliun per Mei 2024.

“Sampai dengan akhir Mei 2024, premi dari produk perlindungan tumbuh sebesar 12,62 persen year-on-year. OJK berambisi asuransi tradisional dapat tumbuh signifikan untuk mendorong penetrasi akibat bagi sebanyak mungkin Masyarakat Indonesia,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono di Jakarta, Rabu.

Di sisi lain, untuk asuransi unit link alias Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI) mempunyai komposisi 26,92 persen dari total premi alias sebesar Rp19,79 triliun pada Mei 2024.

Produk ini mengalami penurunan sebesar -18,23 persen secara tahunan (yoy). Menurut Ogi, penurunan premi disebabkan turunnya premi produk baru.

Oleh lantaran itu, OJK terus mendorong perbaikan proses pada pemasaran, pengelolaan kewajiban, dan pengelolaan dana, agar portofolio PAYDI dapat memberi faedah sebagaimana yang diperjanjikan kepada pemegang polis.

Lebih lanjut, Ogi menyampaikan dalam skala industri OJK juga mendorong perusahaan asuransi untuk terus mengembangkan langkah yang lebih efektif dalam mengelola dugaan yang digunakan untuk menetapkan premi dan kewajiban, dan melakukan monitoring atas penempatan investasi yang sesuai dengan kewajiban.

"Serta memperhatikan aspek likuiditas dan kualitas aset, sehingga perusahaan dapat bayar tanggungjawab yang jatuh tempo dan terus tumbuh secara berkepanjangan ke depan," ujarnya.

Adapun dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK pada Senin (8/7), total aset industri asuransi di bulan Mei 2024 mencapai Rp1.120,57 triliun alias naik 1,30 persen year-on-year (yoy) dari posisi yang sama di tahun sebelumnya.

Jika dirinci, total aset asuransi komersil mencapai Rp900,99 triliun alias naik 2,10 persen (yoy). Kinerja asuransi komersil berupa akumulasi pendapatan premi naik 8,59 persen (yoy), yang terdiri dari premi asuransi jiwa yang tumbuh 2,23 persen serta premi asuransi umum dan reasuransi tumbuh 16,94 persen (yoy).

“Kinerja tersebut didukung permodalan yang solid di mana industri asuransi jiwa dan asuransi umum mencatatkan risk based capital (RBC) masing-masing sebesar 441,93 persen dan 326,66 persen, jauh di atas threshold sebesar 120 persen,” kata Ogi dalam konvensi pers Hasil RDK Bulanan Juni 2024, Jakarta, Senin.

Di sisi lain untuk asuransi non-komersil yang terdiri dari aset BPJS Kesehatan (badan dan program agunan kesehatan nasional) dan BPJS Ketenagakerjaan (badan, agunan kecelakaan kerja, agunan kematian, alias agunan kehilangan pekerjaan) serta program asuransi ASN, TNI, dan POLRI mengenai program agunan kecelakaan kerja dan agunan kematian, total aset tercatat sebesar Rp219,58 triliun alias terkontraksi 1,86 persen yoy.

Baca juga: OJK menerapkan reformasi industri asuransi dan biaya pensiun 
Baca juga: OJK: Total aset asuransi per Mei 2024 capai Rp1.120,57 triliun


Editor: Mahfud
Copyright © BERITAJA 2024







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
↑
close