Trending

Misi penyelamatan hewan di tengah kebakaran Pertamina Plumpang - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Jakarta (BERITAJA.COM) - Kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Koja, Jakarta Utara, pada Jumat (3/3) malam, hingga sekarang tetap menyisakan emosi sedih kehilangan sosok nan dicintai.

Tak hanya manusia, nyawa seekor hewan pun begitu berbobot bagi para pemiliknya maupun pecinta hewan.

Para pecinta hewan nan tergabung dalam "Animal Defenders Indonesia" hanya berbekal keranjang untuk membawa hewan nan sudah meninggal maupun tetap bisa diselamatkan.

Dari letak ke tempat lainnya di tengah teriknya panas matahari, mereka tak pernah capek menanyakan keberadaan hewan nan butuh diselamatkan setelah kebakaran besar tersebut.

Kedatangan mereka sejak Sabtu (4/3) nan berasal dari jarak jauh, seperti Bekasi, Ciledug, hingga Cengkareng, tak mengurungkan niat sebagai relawan untuk menyelamatkan para hewan.

Upaya pengamanan oleh tim Animal Defenders Indonesia kepada sejumlah hewan terakibat kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara, Minggu (5/3/2023). BERITAJA.COM/HO-Animal Defenders Indonesia

Kala itu mereka melakukan pencarian hingga malam hari nan minim cahaya, banyak reruntuhan bangunan, hingga pecahan beling.

Harapan mereka hanya satu, bisa menemukan satwa nan sakit ataupun selamat dari reruntuhan puing gedung kebakaran.

Jika ditemukan sakit bakal langsung dibawa ke master hewan, jika ditemukan sudah tak bernyawa, maka bakal mereka bakal dibantu menguburkan secara layak.

Kegiatan mereka diawali dengan mendatangi setiap rumah dengan menanyakan kepada penduduk alias mencari sendiri hewan nan diduga terjebak.

Salah satu relawan Animal Defenders Indonesia, Martalia menegaskan pihaknya merupakan organisasi non-profit, sehingga mereka tulus dan tak mengharapkan hadiah apapun untuk menolong hewan nan butuh pertolongan.

"Karena kan perbantuan manusia juga sudah banyak, kita samakan lah makhluk hidup. Jadi (yang lain) silahkan berfokus dengan manusia, sedangkan kami bantu nan hewan," kata Martalia saat ditemui Antara.

Aksi penyelamatan

Aksi pengamanan satwa itu perlu memperhatikan banyak hal, mulai dari mempertimbangkan kekokohan bangunan, sehingga mereka jika mau memasuki gedung kudu berhati-hati.

Terlebih, ada juga pecahan beling hingga kabel listrik nan alirannya terputus nan bisa membahayakan penduduk maupun hewan nan terjebak.

Hingga kini, kurang lebih 15 hewan nan sudah terdata dan jumlahnya bakal terus bertambah seiring misi pengamanan mereka dalam beberapa hari ke depan.

Belasan satwa itu, mulai dari hewan, seperti kucing, burung, ikan, hingga monyet pun ditemukan selama pencarian.

Kebanyakan ditemukan kucing nan mengalami luka bakar nan menyebabkan bulunya botak hingga kulitnya terkelupas. Dari perihal tersebut para relawan segera mengantarkan hewan tersebut ke master hewan terdekat.

Mengenai biaya nan dihabiskan, sang pemilik berjulukan Doni Herdaru Tona berbareng klinik hewan dan bantuan dari para dermawan bekerja sama mengumpulkan.

Ada banyak cerita pengamanan nan diceritakan Martalia. Ada sebuah rumah berwarna oranye nan tiga rumah di sekelilingnya terbakar, namun bagian depan rumah oranye itu tidak hancur sama sekali. Sayangnya, pemilik rumah tersebut dikabarkan luka ppetunjuk dan dibawa ke rumah sakit sehingga kucing mereka tertinggal di dalam rumah.

Saat diselamatkan kucing dalam rumah itu, memang terlihat kondisinya tak ada luka, namun saat diperiksakan ke dokter, rupanya paru-parunya bermasalah.

Dari pintu ke pintu, Martalia dan relawan lainnya berupaya mencari dengan teliti mulai dari mendengar bunyi hewan hingga menelusuri puing gedung di letak kebakaran tersebut.

Kebiasaan kucing nan sedang sakit memang suka bersembunyi, maka dari itu Martalia bersama relawan lain kudu sabar dan telaten saat menangkap mereka untuk dibawa ke master hewan.

Dia turut meyakinkan pihaknya bakal terus merawat hewan-hewan nan tetap hidup, apalagi hingga sang pemilik memintanya kembali, maka bakal dikembalikan sampai keadaan hewan sembuh.

Jika sang pemilik tak kunjung datang, maka bisa mereka rawat sendiri maupun dicarikan pemilik nan baru.

Manusia tentu bakal merasakan sakit nan sama juga seperti satwa-satwa itu. "Jadi paling tidak rasa nurani kita tersentuh sebagai makhluk hidup,” tutupnya.

Martalia mengaku turut senang sudah membantu banyak orang dalam tindakan pengamanan ini. Baginya tak lebih dari berbobot menyelamatkan hewan-hewan nan juga semestinya mendapat perhatian untuk mendapat pertolongan.

Para pemilik hewan tentu berterima kasih dan pastinya nan merasa lebih berterima kasih lantaran mereka mempunyai visi nan sama dengan tim penyelamat itu.

Martalia menyampaikan jika ada nan memerlukan pertolongan mengenai hewan korban kebakaran, bisa menghubungi hotline tim relawan itu di WA 08989123789.

Relokasi 

Sebelumnya, pada Jumat (3/3) sekitar pukul 20.10 WIB Depo BBM Plumpang terbakar dan meluas hingga ke permukiman di sekitar depo.

Berdasarkan info Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, hingga Senin (6/3) pukul 06.00 WIB, korban meninggal berjumlah 18 jiwa, sedangkan, 37 jiwa sedang dalam penanganan tim medis di rumah sakit.

Sementara itu, menurut info BPBD DKI hingga pukul 06.00 WIB, tercatat jumlah pengungsi akibat terakibat kebakaran itu sebanyak 214 jiwa.

Pertamina telah bekerja sama dengan Koramil Koja, Kelurahan Tugu Selatan, RPTRA Rasela Rawabadak, Puskesmas Kelurahan Rawa Badak Selatan, dan Palang Merah Indonesia, dalam penyediaan posko pengungsi di letak kondusif untuk penduduk nan tinggal di sekitar Integrated Terminal Jakarta, Plumpang.

Korban saat ini menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Jakarta, ialah RS Pusat Pertamina, RS Pusat Pertamina Jaya, RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, RSUD Koja, RSUD Tugu Koja, RS Pelabuhan, RS Pekerja, RS Firdaus, RS Yarsi, RS Mulyasari, dan RS Polri Kramat Jati.

Presiden Joko Widodo memerintahkan Menteri BUMN Erick Thohir dan Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono agar segera merelokasi tempat tinggal korban kebakaran dalam satu alias dua hari.


COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close