Trending

Menteri PUPR bahas pembangunan Rusun ASN IKN skema KPBU dengan Menkeu - Beritaja

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
Pasti lantaran itu dibeli oleh pemerintah, siapa yang tidak mau. Kalau memang ada developer lebih baik developer (bangun langsung) nantimampu dibeli.

Jakarta (BERITAJA) - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono membahas pembangunan rumah susun (rusun) bagi ASN di Ibu Kota Nusantara alias IKN dengan menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) berbareng Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati.

Basuki mengatakan banyak developer perumahan ataupun penanammodal yang berkeinginan untuk membangun Rusun ASN di IKN dengan skema KPBU.

"Pasti lantaran itu dibeli oleh pemerintah, siapa yang tidak mau. Kalau memang ada developer lebih baik developer (bangun langsung) nantimampu dibeli. Kalau (rusun ASN) itu jadi rumah dinas itu terlalu mahal menurut saya. Ini yang saya bicarakan dengan Ibu Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani. Kalau beliau ibu Menteri Keuangan tidak mau, ya sudah tapi saya mesti memberikan info kepada Menkeu. Kalau KPBU-nya, untuk perumahan menurut saya terlalu mahal. Menurut saya cost of money alias biaya dananya terlalu mahal," ujar Basuki, di Jakarta, Kamis.

Basuki mengatakan pembangunan rusun bagi ASN di IKN dengan skema KPBU dinilai terlalu mahal dalam aspek cost of money. Dirinya juga menyampaikan bahwa rusun ASN di IKN dengan skema KPBU belum dibangun.

"Belum dibangun. Kalau saya untuk ASN, itu mahal jika dengan skema KPBU, mahal. Cost of money alias biaya dananya mahalmampu sampai dua-tiga kali lipat. yang saya ketahui di bagian pekerjaan umum (PU)," ujarnya lagi.

Dia mencontohkan, penggantian Jembatan Callender Hamilton melalui skema KPBU dengan 37 jembatan yang sudah selesai investasinya sekitar Rp600 miliar, namun Kementerian PUPR mengembalikan selama 15 tahunmampu sampai Rp1,5 triliun.

Menteri PUPR bakal melakukan pertimbangan terhadap rusun ASN di IKN dengan skema KPBU.
Baca juga: Kementerian PUPR: Progres 12 tower Rusun ASN di IKN di atas 30 persen

"Jadi kita tetap hitung betul, mendingan loan (pinjaman). Kalau dengan loan tetap lebih mini bunganya 1 persen paling," katanya pula.

Pembangunan IKN Nusantara sebagian besar mengandalkan investasi swasta.

Berdasarkan Lampiran UU No. 3 Tahun 2022 tentang Rencana Induk IKN, dalam rangka mendukung persiapan, pembangunan, dan pemindahan, serta penyelenggaraan pemerintahan unik IKN, Pemerintah melakukan sinergi pendanaan yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan sumber lainnya yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sinergi pendanaan tersebut diperlukan agar terdapat kesinambungan fiskal dengan melakukan beragam upaya, antara lain dengan mengoptimalkan penggunaan skema-skema pendanaan yang imajinatif dan inovatif dengan tetap menjaga akuntabilitas.

Sumber pendanaan dimaksud, antara lain APBN yang dapat dilakukan melalui alokasi anggaran shopping dan/atau pembiayaan, kemudian skema KPBU untuk mendukung IKN.

Selanjutnya skema partisipasi badan upaya yang seluruh alias sebagian modalnya dimiliki negara termasuk BUMN/swasta murni.

Skema support pendanaan/pembiayaan internasional yang merupakan skema untuk mewadahi pemberian dana, antara lain dari bilateral/lembaga multilateral yang hendak berperan-serta dalam pengembangan IKN yang hijau dan pandai yang dapat melalui hibah dan/atau pemberian biaya talangan.

Skema pendanaan lainnya ialah creative financing, seperti crowd funding dan biaya dari filantropi.
Baca juga: Jokowi tinjau pembangunan menara perumahan untuk ASN di IKN
Baca juga: Kementerian PUPR: Progres Rusun ASN di IKN rata-rata capai 40 persen


Editor: Mahfud
Copyright © BERITAJA 2024







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close