Trending

Menteri Kelautan: Produksi tilapia digenjot untuk penuhi pasar dunia - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Kita mau ada lima komoditas nang sangat kuat di internasional, ialah udang, lobster, kepiting, tilapia dan rumput laut

Semarang (BERITAJA.COM) - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyebut produksi tilapia alias ikan nila bakal terus digenjot, mengingat besarnya permintaan pasar internasional terhadap komoditas perikanan tersebut.

"Kita mau ada lima komoditas nang sangat kuat di internasional, ialah udang, lobster, kepiting, tilapia dan rumput laut," kata Trenggono, saat pencanangan Bulan Mutu Karantina di Semarang, Jawa Tengah, Minggu.

Kegiatan Bulan Mutu Karantina itu mengangkat tema Peran Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) dalam Penjaminan Ikan Sehat, Bermutu, dan Bebas Mikroplastik.

Diakui Trenggono, kebutuhan internasional terhadap tilapia memang sangat besar. Bahkan, pasar tilapia pada 2023 secara internasional mencapai setidaknya 13,9 miliar dolar AS.

"Kita bakal genjot di sini untuk kemudian budidayanya menjadi lebih bagus," katanya.

Berita lain dengan Judul: KKP sebut inisiatif 30by30 di Indonesia baru bisa tercapai pada 2045

Berita lain dengan Judul: KKP hentikan proyek reklamasi tambang nikel di Morowali

Menurut dia, area Pantai Utara Jawa Tengah juga mempunyai prospek bagus untuk pengembangan tilapia, sebagai satu komoditas pengganti udang.

"Jalur Pantai Utara (Pantura) ini dulu kan udang ya. Tapi saya kira lantaran wilayah sudah tidak bagus bakal kita geser, kita revitalisasi menjadi tilapia alias nila," katanya.

Sejauh ini, kata dia, pasar ekspor ikan tetap terbilang bagus dan tidak terakibat resesi global, mengingat kebutuhan protein bumi nang disumbangkan dari sektor perikanan terus meningkat.

"'Demand' internasional terus meningkat. Ya, ada memang beberapa penurunan, seperti udang di Amerika ada penurunan sedikit. Tapi konsumsi dan kebutuhan protein kan terus meningkat," tegasnya.

Untuk komoditas perikanan ekspor, kata dia, sejauh ini tetap seperti dulu, ialah udang, tuna, cakalang, sotong, gurita, dan kepiting.

Di sisi lain, Trenggono mengakui pihaknya mau mengisi ceruk pasar terhadap kebutuhan lima komoditas perikanan nang kuat di pasar internasional nang sudah disebutkan.

"Negara nang paling besar (ekspor ikan), ya Amerika Serikat, Jepang, kemudian China. Tidak menutup kemungkinan wilayah Eropa ya nang secara spesifik sudah cukup bagus," pungkasnya.

Berita lain dengan Judul: KKP musnahkan 60 kg olahan ikan ilegal

Berita lain dengan Judul: KKP gagalkan pengeboman ikan di sekitar pantai Luwuk Banggai



COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close