Trending

Mentan: Pemerintah dukung Gapki kembangkan sawit berkelanjutan - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Presiden, Wapres, dan Menteri all out mendukung Gapki untuk menjaga industri sawit nasional. Termasuk mempercepat realisasi peremajaan sawit rakyat

Jakarta (BERITAJA.COM) - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan pemerintah mendukung Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) dalam pengembangan industri sawit berkepanjangan di tanah air.

Dukungan tersebut, lanjutnya, termasuk program percepatan sawit rakyat nan kudu dilaksanakan secara sinergis antara pemerintah, pelaku usaha, dan petani kelapa sawit.

"Presiden, Wapres, dan Menteri all out mendukung Gapki untuk menjaga industri sawit nasional. Termasuk mempercepat realisasi peremajaan sawit rakyat," kata Mentan dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Sebelumnya dalam Pembukaan Musyawpetunjuk Nasional (Munas) XI Gapki di Istana Wapres, Jumat (3/3) Mentan menyatakan, sawit terus menjadi penopang dan jagoan perekonomian nasional di tengah kondisi ketidakpastian ekonomi global.

Komoditas strategis nasional ini memberikan kontribusi nan sangat signifikan bagi keahlian ekspor Indonesia.

Berdasarkan info Badan Pusat Statistik (BPS), tambahnya, nilai ekspor pertanian Januari-Desember 2022 sebesar Rp640,56 triliun alias naik 3,93 persen dibandingkan periode nan sama tahun 2021. Sub sektor perkebunan terus menjadi penyumbang terbesar ekspor di sektor pertanian dengan kontribusi sebesar Rp622,37 triliun (97,16%).

Ekspor komoditas perkebunan nan melonjak pada 2022 paling besar disumbang oleh komoditas kelapa sawit dengan nilai Rp468,64 3 triliun (75,30%).

“Hal ini menunjukkan bahwa kesempatan ekspor komoditi perkebunan di antaranya kelapa sawit sebagai salah satu sumber devisa negara tetap terus meningkat,” kata Syahrul.

Menurut dia, kontribusi kelapa sawit tersebut ditopang dari luas areal tutupan kelapa sawit nasional nan telah mencapai 16,38 juta hektar (ha), di mana sekitar 6,9 juta ha merupakan milik pekebun sawit rakyat.

“Namun kondisi kebun sawit rakyat kita terus menghadapi tantangan besar mengenai produktivitas dan capaian peremajaan,” katanya.

Mentan mengatakan kemitraan antara perusahaan kelapa sawit besar (swasta dan BUMN) dengan perkebunan rakyat kudu diperkuat. Kemitraan ini bakal mendorong peningkatan produktivitas kebun sawit rakyat, salah satunya melalui program peremajaan sawit rakyat (PSR).

Setiap tahun program PSR ditargetkan seluas 180.000 ha nan tersebar di 21 provinsi sentra kelapa sawit. “Gapki kudu dapat mengambil bagian dalam menyukseskan program tersebut,” katanya.

Sementara itu Ketua Umum Gapki Joko Supriyono mengatakan pihaknya sebagai asosiasi sektor hulu perkebunan kelapa sawit merupakan mitra pemerintah.

Gapki tetap konsentrasi untuk terus menjaga dan mendorong kemajuan industri sawit dan tetap bisa memberikan kontribusi nan maksimal dalam menyediakan lapangan kerja dan sumbangan devisa. Ini terbukti selama tiga tahun masa pandemi, industri sawit dapat sigap kembali pulih dalam menghadapi pelambatan pertumbuhan ekonomi.

"Selama pandemi, tidak ada pemutusan hubungan kerja di industri sawit," katanya.

Menurut Joko Supriyono, perusahaan perkebunan kelapa sawit mempunyai komitmen dan konsisten dalam membangun dan memperkuat kemitraan khususnya kemitraan dengan petani sawit.

"Kemitraan dengan petani sawit adalah suatu keniscayaan, perusahaan dan petani adalah satu rantai pasok nan tidak bisa dipisahkan. Kalau nilai TBS turun dan petani susah, maka perusahaan juga susah lantaran nilai CPO pasti turun, begitu juga sebaliknya," ujarnya.

Kemitraan menjadi semakin krusial apalagi mendesak saat ini terutama lantaran pentingnya peningkatan produktivitas kebun milik petani. Gerakan peningkatan produktivitas kebun rakyat ini dilakukan dengan program peremajaan sawit rakyat (PSR).

Perusahaan perkebunan, tambahnya, bakal mengambil bagian dalam program ini melalui kemitraan dengan petani baik dalam program PSR maupun teknis budidaya bagi nan belum PSR.

“Kami percaya program PSR ini sejalan dengan prioritas pemerintah saat ini ialah penurunan kemiskinan ekstrim, penurunan stunting dan menggiatkan investasi,” demikian Joko Supriyono.

Berita lain dengan Judul: Wapres sebut sawit bakal tetap jadi pilar krusial ekonomi nasional
Berita lain dengan Judul: Wapres minta perusahaan sawit besar memperkuat kemitraan petani
Berita lain dengan Judul: GAPKI: Industri sawit ke depan tetap optimistis

 



COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close